Tantangan di HUT RI ke 78, BPOM: Kekurangan SDM
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI)-Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Penny K Lukito mengemukakan pemenuhan kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam rangka mengoptimalkan kinerja menjadi tantangan yang dihadapi oleh BPOM saat HUT ke-78 RI.
"Kami memerlukan tambahan SDM. BPOM akan lebih banyak lagi berada di titik terjauh, seperti kantor BPOM di kota/kabupaten, itu SDM-nya hanya 15 orang, padahal minimal 30 orang," kata Penny K Lukito usai menghadiri Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI Tahun 2023 di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Rabu (16/8/2023).
Penny mengatakan, SDM yang tersedia saat ini didominasi kemampuan di bidang farmasi, seperti ahli pembuatan obat-obatan. Padahal, kebutuhan tenaga farmasi di setiap unit kerja sudah terpenuhi.
Penny mengatakan, sejumlah kompetensi SDM yang saat ini perlu diperbanyak adalah tenaga ahli bioteknologi, cyber intelligence, ahli hukum, penegak hukum, ahli kebijakan publik, dan ahli komunikasi.
"Ahli komunikasi dibutuhkan karena kami harus memberikan komunikasi dan informasi ke masyarakat dan dunia usaha," katanya.
Penny mengatakan, BPOM perlu mengedukasi masyarakat untuk lebih jeli dalam memilah produk obat dan makanan yang aman, bermutu, dan bermanfaat.
Terkait kebutuhan tenaga cyber intelligence dan ahli hukum, kata Penny, sebab BPOM membutuhkan kepanjangan tangan untuk menjangkau pengawasan produk obat dan makanan hingga ke perbatasan negara.
"Dengan dukungan itu akan semakin lebih intensif datang ke lapangan, terutama dengan teman-teman yang melakukan perlindungan di wilayah perbatasan," katanya.

















