Kemenag: Perlu Tambahan Petugas untuk Ibadah Haji Tahun 2024
Akhmad Baihaqi Arsyad
JEDDAH, (ERAKINI) – Hal penting yang perlu dipersiapkan lebih dini untuk ibadah haji tahun 2024 adalah berkenaan dengan penambahan jumlah petugas. Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menilai penambahan ini penting. Hal itu karena proporsi antara petugas dan jemaah masih tidak seimbang.
“Saat ini, komparasinya satu petugas dibanding 50 jemaah, tentu sulit. Padahal, petugas juga tersebar di berbagai tempat, Daerah Kerja Bandara, Makkah, dan Madinah.” ungkap Gus Men sapaan akrab Menteri Agama, jelang bertolak ke Tanah Air di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Kamis (6/7/2023).
Dengan komparasi yang tidak seimbang, lanjut Gus Men, maka beban kerja petugas juga sangat berat. Akibatnya, banyak petugas yang mengerjakan hal-hal di luar tanggung jawabnya. Kondisi ini semakin berat seiring banyaknya jemaah lanjut usia yang membutuhkan bantuan.
"Misalnya, saya lihat beberapa teman-teman media di Mina harus menggendong jemaah. Saya kira ini masih kita negosiasikan agar ke depan petugas itu diberikan tidak berdasarkan proporsi, tapi berdasarkan pada kebutuhan," papar Gus Men.
Contoh lain, lanjutnya, mengenai kebutuhan di Armuzna itu akan berbeda dengan kebutuhan di luar Armuzna. “Nanti ke depan kita akan ikhtiarkan, bicarakan dengan pemerintah Arab Saudi bagaimana petugas di Armuzna ya dia hanya bertugas di saat itu saja. Setelah Armuzna, dia bisa kembali ke Tanah Air," sambungnya.
Gus Men mengungkapkan, saat bertemu dengan Menhaj Saudi Tawfiq F Al Rabuah, pihaknya telah menyampaikan bahwa kuota petugas yang diberikan kepada Indonesia ini masih jauh dari ideal. Sehingga, menurutnya, kuota petugas perlu ditambah.














