Ilustrasi - Hujan lebat masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia periode 23-29 Mei 2025, menjelang awal musim kemarau. (Foto: Pixabay)
JAKARTA, (ERAKINI) – Menjelang awal musim kemarau, hujan lebat masih berpotensi terjadi periode 23-29 Mei 2025, menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
BMKG menyampaikan, hanya sekitar 11 % Zona Musim di wilayah Indonesia yang telah memasuki , sementara 73% Zona Musim masih berada pada musim , berdasarkan analisis klimatologi terkini pada dasarian II Mei 2025.
Menurut BMKG, cuaca di Indonesia pada umumnya didominasi oleh kondisi berawan hingga hujan ringan. BMKG meminta masyarakat waspada adanya peningkatan hujan di sejumlah wilayah.
Waspada hujan dengan intensitas sedang
- Aceh,
- Kep. Riau,
- Jambi,
- Sumatera Selatan,
- Kep. Bangka Belitung,
- Bengkulu,
- Banten,
- Jakarta,
- Jawa Barat,
- Bali,
- NTB,
- NTT,
- Kalimantan Barat,
- Kalimantan Tengah,
- Kalimantan Selatan,
- Sulawesi Utara,
- Gorontalo,
- Sulawesi Tengah,
- Sulawesi Barat,
- Sulawesi Selatan,
- Sulawesi Tenggara,
- Maluku Utara,
- Papua Barat Daya,
- Papua Barat,
- Papua Tengah,
- Papua Pegunungan,
- Papua.
Siaga hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat
- Sumatera Utara,
- Lampung,
- Jawa Tengah,
- DI Yogyakarta,
- Jawa Timur,
- Kalimantan Timur,
- Kalimantan Utara,
- Maluku,
- Papua Selatan.
Waspada peningkatan hujan dengan intensitas sedang
- Sumatera Utara,
- Riau,
- Lampung,
- Banten,
- Jawa Tengah,
- DI Yogyakarta,
- NTT,
- Kalimantan Barat,
- Kalimantan Tengah,
- Kalimantan Selatan,
- Sulawesi Utara,
- Gorontalo,
- Sulawesi Tengah,
- Sulawesi Barat,
- Sulawesi Selatan,
- Sulawesi Tenggara,
- Maluku Utara,
- Maluku,
- Papua Barat,
- Papua Tengah,
- Papua,
- Papua Selatan.
Siaga hujan lebat hingga sangat lebat
- Jawa Barat,
- Jawa Timur,
- Kalimantan Timur,
- Kalimantan Utara.
Angin Kencang:
- Aceh
BMKG mengimbau masyarakat menjauhi wilayah terbuka ketika terjadi hujan yang disertai petir, serta menjauhi pohon, bangunan dan infrastruktur yang sudah rapuh ketika terjadi hujan yang disertai angin kencang.
“Siap siaga menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor, yang dapat terjadi kapan saja,” kata pihak BMKG.