Debat Capres, Anies Sorot Ketimpangan dan Ketidaksetaraan di Berbagai Hal
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) - Capres nomor urut 1 Anies Baswedan menyoroti ketimpangan dan ketidaksetaraan di berbagai bidang dalam Debat Capres 2024. Anies menyebut kondisi saat ini sudah jauh dari cita-cita awal pendirian Republik Indonesia.
""Persoalan terbesar Bangsa kita hari ini, Republik kita hari ini adalah ketimpangan, ketidaksetaraan, dan ketidakadilan. Ketimpangan antara Jakarta dan luar Jakarta. Jawa, luar Jawa, kaya, miskin, desa, kota. pendidikan umum, pendidikan agama. Pendidikan kejuruan, dan pendidikan teknis. Ini semua adalah ketimpangan yang hari ini menjadi fenomena membahayakan bagi Republik ini," kata Anies saat membuka paparan visi-misi dan program kerja pada Debat Capres yang digelar KPU di JCC, Minggu (4/2/2024) malam.
Anies menyatakan bahwa program yang dia usung memiliki misi penanganan kesehatan bisa dilakukan dengan cepat. Selain itu, Anies juga bersiap untuk memberikan bansos, disertai denga pernyataan bahwa pemberian bansos adalah untuk kepentingan yang diberi, bukan untuk kepentingan yang memberi.
"Kita akan memastikan hidup sehat dan bila sakit ada pertolongan cepat. Tumbuh cerdas dengan biaya terjangkau. Keluarga sejahtera karena upahnya layak. Dan bila membutuhkan diberikan bansos sesuai kebutuhannya, bansos plus. Bukan memberikan bansos untuk kepentingan yang memberi, tapi untuk kepentingan yang diberi. Dan warga negara yang bangga dengan negaranya karena dijaga budayanya dan etikanya dijaga tinggi," paparnya.
"Kita menginginkan persatuan karena ditopang dengan rasa keadilan. Persatuan itu tidak mungkin terjadi dalam ketimpangan. Persatuan membutuhkan rasa keadilan. Karena itu misi kami, tegas, mewujudkan bangsa yang sehat, yang cerdas, yang sejahtera, berbudaya, dan bersatu," lanjutnya.
Ini merupakan sisi terakhir Debat Pilpres 2024. Ada tiga yang diangkat yaki Kesejahteraan Sosial, Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), dan Inklusi.
Sedangkan sub tema dari tiga tema besar itu, meliputi pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, kebudayaan, teknologi informasi, serta kesejahteraan sosial dan inklusi.
















