Grand Syekh Al-Azhar Prof Ahmed Al Tayeb saat bertemu Megawati Soekarnoputri di hotel tempatnya menginap, Kamis (11/7/2024). Foto: PDIP
JAKARTA, (ERAKINI) - Grand Syekh Al-AzharProf Ahmed Al Tayeb tidak menyangka bakal ditemui Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri di hotel tempatnya menginap. Grand Syekh pun mengundang secara khusus Ketua Umum PDIP itu ke kampung halamannya di Kota Luxor Mesir.
"Kalau tahu Ibu Mega berkenan bertemu saya, sejak awal saya memprioritaskan untuk bertemu Ibu Megawati," ujar Grand Syek saat bertemu Megawati di sebuah hotel kawasan Jakarta, Kamis (11/7/2024).
Imam Besar Al Azhar pun meminta maaf, karena menurutnya dirinya yang seharusnya datang menemui Megawati ke Jalan Teuku Umar.
Dalam pertemuan sekitar satu setengah jam itu, kedua tokoh berbincang hangat. Imam Besar dan Megawati pun saling mendoakan dan berharap bisa bertemu kembali. Saat menutup dialog, Imam Besar langsung mengundang Megawati untuk datang ke Kota Luxor.
Syekh Ahmed Al Tayeb pun mendoakan Megawati selalu diberi kesehatan dan umur panjang. "Semoga diberi kesehatan dan panjang umur, karena pemikiran Ibu Megawati dibutuhkan dunia," kata Imam Besar.
"Tokoh dunia seperti Imam Besar dan Paus dibutuhkan untuk menjaga perdamaian dunia. Semoga selalu diberkahi kesehatan," balas Megawati.
Saat Megawati hendak pulang, Imam Besar turut mengantar sampai ke lift dan ingin ikut sampai ke lobby hotel, tempat mereka bertemu.
Namun, Megawati menolaknya karena mengetahui Imam Besar akan segera terbang pulang ke Mesir, sehingga harus istirahat. Megawati pun mengucapkan terima kasih dan senan atas pertemuan itu.
Dalam pertemuan itu, Megawati menyampaikan perlunya menyelamatkan dunia dari kerusakan moral dan lingkungan. Kata Megawati, meski saat ini kemajuan teknologi begitu mendominasi bahkan sejumlah pekerjaan telah digantikan oleh robot, akan tetapi peran manusia yang lebih utama.
"Apa pun juga, manusia makhluk yang paling prima karena diberi akal dan nurani oleh Sang Maha Pencipta," kata Megawati.
"Percepatan teknologi menyebabkan rasa kehidupan manusia berubah drastis. Anak-anak sekarang tidak bermain dan akrab dengan alam dan bertanya bagaimana misalnya tumbuh-tumbuhan diciptakan atau dari mana asalnya," sambungnya.
Keduanya juga membahas isu pemanasan global atau global warming. Menurut Megawati, kerusakan iklim di kutub utara dan kutub selatan seperti bongkahan es yang mencair akan jadi masalah serius bagi dunia.
Imam Besar sepakat. Semua yang disampaikan Megawati mengenai perdamaian dunia dan penyelamatan lingkungan dan etika hidup manusia dalam menghadapi perkembangan teknologi dan perkembangan dunia, patut untuk direnungkan bersama.
Imam Besar juga mengatakan saat ini banyak pemimpin dunia tidak mau tahu akan pentingnya menjaga perdamaian dunia dan kerusakan lingkungan. Imam Besar berterima kasih atas sikap teguh Indonesia dan khususnya Megawati, yang selalu membela hak asasi kemerdekaan bangsa Palestina.
"Saya mengapresiasi sikap Ibu Megawati selama ini yang kokoh mendukung kemerdekaan Palestina. PBB harus terus beri perhatian terhadap Palestina meski PBB tidak bisa lepas dari tekanan negara negara tertentu," ucapnya.