Acara Press Conference (konferensi pers) AICIS 2024 di Jakarta, Senin (29/1/2024). (Foto: Akhmad Baihaqi Arsyad/Erakini)
JAKARTA, (ERAKINI) - Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) ke-23 yang akan digelar di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang akan diperkuat dengan adanya temu para pemuka/pemimpin lembaga atau .
Dalam acara yang berlangsung tanggal 1-4 Februari 2024 itu, sebanyak 14 tokoh agama dari berbagai negara terkonfirmasi hadir. Hal itu disampaikan oleh Direktur Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Ahmad Zainul Hamdi di Jakarta, Senin (29/1/2024).
Ahmad Zainul Hamdi merinci, ke-14 tokoh agama tersebut yaitu;
1. KH. Yahya Cholil Staquf (Indonesia),
2. Pimpinan PP Muhammadiyah (Indonesia),
3. Prof. Philip Kuntjoro Widjaja (Indonesia),
4. Mayor Jenderal TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya, S.I.P. (Indonesia),
5. Venerable Dr. Vanh Keobundit (Laos),
6. Venerable Dr. Yon Seng Yeath (Kamboja),
7. Mr. Bounthavy Phonethasin (Laos),
8. YB Datuk Dr. Hasan bin Bahrom (Malaysia),
9. Phra Dr. Anilman Dhammasakiyo (Thailand),
10. Pdt. Gomar Gultom (Indonesia),
11. Romo Hery Wibowo (Indonesia),
12. Ws. Andi Gunawan, ST (Indonesia),
13. Dr. A. Elga J. Sarapung (Indonesia)
14. Bishop Pablo Virgilio Siongco David (Filipina).
"Para tokoh ini akan ikut serta dalam membahas solusi atas serangkaian persoalan kontemporer dari perspektif keagamaan. Ini sejalan dengan COP28 di Dubai pada akhir 2023 yang juga mulai melibatkan tokoh agama dalam pembahasan krisis iklim," kata Inung, sapaan akrab Ahmad Zainul Hamdi saat konferensi pers persiapan AICIS di Jakarta, Senin (29/1/2024).
"Pertemuan mereka akan menjadi ajang berbagi perspektif dan wawasan berbasis pengalaman mereka dalam merespons isu-isu kemanusiaan dan kedamaian. Hasil pembahasan para pemuka agama dibahas dalam sesi On Stage Discussion yang menghasilkan Semarang Charter," sambung Inung.
Selain Religious Leaders Summit, ada sejumlah acara yang turut digelar untuk memeriahkan AICIS 2024. Acara tersebut yaitu:
1. Expo atau pameran budaya dan peradaban Islam (Islamic Culture and Civilization Expo).
Para pengunjung AICIS akan diajak menyaksikan warisan peradaban melalui artefak dan manuskrip kuno dalam tampilan interaktif yang menarik.
"Temukan keindahan seni dan arsitektur Islam yang menakjubkan, mulai dari kaligrafi rumit dan pola geometris yang memukau hingga masjid megah dan istana yang menakjubkan. Ini adalah dunia sastra dan filsafat Islam," kata Inung.
2. Expo Pendidikan Tinggi Islam dan Klinik Jurnal (Islamic Higher Education Expo and Journal Clinique). Event ini menampilkan beragam hasil karya akademik sejumlah universitas dan institusi Islam bergengsi di Indonesia dan negara-negara lain. Ada juga Klinik Jurnal untuk meningkatkan kualitas riset dan keterampilan menulis akademis.
"Termasuk meningkatkan peluang keberhasilan publikasi di jurnal bereputasi dengan bimbingan dan dukungan ahli," ujar Inung.
Wisata ini untuk menyelami suasana peninggalan zaman kolonial, berupa kemegahan arsitektur bangunan yang dihiasi pengaruh Eropa.
"Panitia juga akan memberikan kesempatan untuk masuk ke Gereja Blenduk yang bersejarah, sebuah bangunan Katolik yang terus melayani jemaatnya hingga saat ini," papar Inung.
4. Festival Makanan Halal Semarang
Para pengusaha kuliner lokal akan menyelenggarakan Semarang Halal Food Festival yang menampilkan beragam menu hidangan halal dari berbagai daerah. "Akan ada pesta durian selama pameran," katanya.