Menteri Agama (Menag) RI Yaqut Cholil Qoumas saat konferensi pers hasil penetapan sidang isbat di Kantor Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin No. 6, Jakarta, Selasa (9/4/2024). (Foto: Kemenag)
JAKARTA, (ERAKINI) – Pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama (Kemenag) RI telah menetapkan 1 Syawal1445 H/2024 M jatuh pada hari Rabu 10 April 2024. Penetapan ini didasarkan pada keputusan sidang isbat yang dipimpin Menteri Agama , di Kantor Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin No. 6, Jakarta, Selasa (9/4/2024).
Adapun rukyah untuk penentuan 1 Syawal1445 H pada tahun 2024 ini, kata Menag, digelar di 127 titik di Indonesia. "Kita mendengar laporan dari sejumlah perukyah hilal yang bekerja di bawah sumpah, mulai dari Aceh hingga Papua, yang tersebar di 127 titik," ungkap Menag.
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, kata dia, ada 20 perukyah yang menyatakan melihat hilal dan telah disumpah.
Untuk diketahui, penetapan 1 Syawal1445 H tersebut, jelas Menag, disepakati karena 2 hal, pertama yaitu pihaknya telah mendengar paparan Tim Hisab Rukyat Kemenag yang menyatakan tinggi hilal di seluruh Indonesia ketinggian hilal berada di antara 4° 52‘ 43“ sampai dengan 7° 37‘ 50“, dan sudut elongasi antara 8° 23‘ 41“ sampai 10° 12‘ 56“.
“Artinya, secara hisab posisi hilal di Indonesia saat sidang isbat awal Syawal 1445 H, telah memenuhi kriteria baru yang ditetapkan MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura). Diketahui, pada 2016 Menteri Agama anggota MABIMS menyepakati kriteria baru yaitu tinggi hilal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat,” ungkap Menag Yaqut.
“Sidang isbat secara bulat menetapkan 1 Syawal1445 H jatuh pada hari Rabu, 10 April 2024,” ujar Menag yang didampingi Wakil Menteri Agama Saiful Rahmat Dasuki, Ketua Komisi VIII DPR Ashabul Kahfi, Ketua MUI KH Asrorun Ni'am, dan Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin.
Menag menggarisbawahi bahwa dalam menentukan awal bulan Qomariah, Kemenag selalu menggunakan dua metode yang tidak dapat dinegasikan satu sama lain.
“Pertama, metode hisab yang sifatnya informatif. Kedua, metode rukyat yang sifatnya konfirmatif. Hal ini juga dilakukan pada sidang isbat penentuan 1 Syawal1445 H. Hasil hisab yang dilakukan Tim Hisab Rukyat Kemenag telah terkonfirmasi dengan kesaksian para perukyah," jelas Menag.
Karena dua alasan tersebut, lanjut Menag, Sidang Isbat menyepakati untuk 1 Syawal1445 H jatuh pada hari Rabu, 10 April 2024. "Atas nama pemerintah saya mengucapkan Selamat Idul Fitri 1445 H / 2024 M. Taqabalallahu minna wa minkum, minal 'aidin wal faizin," ujar Menag.