Menhaj Gus Irfan menyampaikan keterangan pers setibanya di Bandara Soekarno-Hatta bersama sebagian tim Amirul Hajj, Senin (8/6/2026). Foto: Erakini
TANGERANG, (ERAKINI) – Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Moch Irfan Yusuf mengatakan bahwa penyelenggaraan ibadah haji 2026 secara umum berjalan sesuai rencana, meski masih terdapat sejumlah catatan yang akan menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan pada musim haji mendatang. Sejauh ini sebanyak 47.012 jemaah telah kembali ke Tanah Air.
Gus Irfan menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas pembentukan yang dinilai membuat penyelenggaraan ibadah haji dapat dilakukan secara lebih fokus.
Dalam keterangannya setibanya di Tanah Air bersama sebagian tim Amirul Hajj, Gus Irfan mengungkapkan hingga saat ini sebanyak 120 kelompok terbang (kloter) dengan total 47.012 jamaah atau sekitar 22,77 persen dari total jamaah Indonesia telah kembali ke Indonesia dengan selamat.
"Alhamdulillah seluruh tahapan penyelenggaraan haji secara umum berjalan sesuai harapan. Tentu masih ada sejumlah kekurangan yang menjadi bahan evaluasi, namun itu akan menjadi bagian dari upaya perbaikan layanan ke depan," ujar Gus Irfan, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin (8/6/2026).
Turut mendampingi tim Amirul Hajj, yakni Ilfi Nur Diana (Sekretaris Amirulhaj/Rektor UIN Malang); Hasyimsyah Nasution (Anggota Amirulhaj/Guru Besar UIN Medan); Heri Hermansyah (Anggota Amirulhaj/Rektor UI); Shafira Machrusah (Anggota Anirulhaj/MUI); dan Asep Saifuddin Chalim (Anggota Amirulhaj/Perwakilan Nahdatul Ulama).
Menhaj menjelaskan, proses pemulangan jamaah masih terus berlangsung. Pemulangan melalui Bandara Jeddah dijadwalkan hingga 15 Juni 2026, kemudian dilanjutkan dari Madinah mulai 16 Juni hingga 30 Juni 2026. Kloter terakhir diperkirakan tiba di Indonesia pada 1 Juli 2026.
Meski puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) telah berakhir, Gus Irfan menegaskan semua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) harus tetap memastikan seluruh proses pemulangan jemaah ke Tanah Air berjalan aman, nyaman, dan lancar hingga kloter terakhir tiba di Indonesia.
"Berakhirnya puncak haji tidak berarti petugas haji bisa beristirahat. Memang banyak apresiasi kepada para petugas haji, tapi saya tekankan sampai dengan kepulangan kloter terakhir, sampai dengan masuknya jamaah terakhir ke dalam pesawat, semua petugas haji tetap bertugas sesuai dengan tupoksinya masing-masing," tegasnya.
Menhaj menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas haji Indonesia yang terus bekerja tanpa mengenal waktu dalam memberikan pelayanan kepada jemaah. Ia menilai dedikasi para petugas menjadi salah satu faktor penting yang membuat penyelenggaraan haji tahun ini berjalan dengan baik.
Selain melakukan evaluasi internal, Kemenhaj juga menerima berbagai masukan dan rekomendasi dari Tim Amirul Hajj sebagai bahan penyempurnaan penyelenggaraan haji pada tahun mendatang.
Salah satu perhatian utama adalah peningkatan layanan di Mina yang menjadi titik layanan paling kompleks selama puncak haji, karena jutaan jemaah berkumpul dalam area yang relatif terbatas.
Rekomendasi lainnya mencakup peningkatan ketepatan waktu layanan transportasi pada fase pra dan pasca Armuzna, penguatan layanan akomodasi agar semakin banyak jemaah memperoleh hotel yang lebih dekat dengan Masjidil Haram, serta penyempurnaan layanan konsumsi yang tetap harus adaptif terhadap dinamika dan situasi kawasan Timur Tengah.
Tim Amirul Hajj juga menyoroti pentingnya penyelarasan kualitas antara PPIH kloter maupun non Kloter. Kata Menhaj, hasil evaluasi menunjukkan Petugas Haji yang mengikuti pendidikan dan pelatihan secara komprehensif memiliki performa layanan yang lebih baik. Karena itu, standarisasi pelatihan dan peningkatan kompetensi petugas akan menjadi salah satu fokus pembenahan ke depan.
Di bidang kesehatan, Tim Amirul Hajj memberikan perhatian khusus terhadap penguatan istithaah kesehatan, sistem penanganan jemaah sakit, serta ketersediaan tenaga kesehatan. Menurut Menhaj, aspek kesehatan akan menjadi salah satu fokus utama dalam penyelenggaraan haji tahun depan.
"Kami ingin memastikan bahwa jemaah yang berangkat benar-benar memenuhi aspek istithaah kesehatan sehingga dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan baik dan aman," ujarnya.
Selain itu, rekomendasi juga mencakup peningkatan kualitas fasilitas tenda dan sanitasi, pengurangan penggunaan sampah plastik dalam operasional haji, penyempurnaan timeline penyelenggaraan haji, hingga penguatan tata kelola kontrak layanan agar lebih efektif, transparan, dan akuntabel.
Menhaj mengungkapkan bahwa Otoritas Arab Saudi turut memberikan apresiasi atas peningkatan kualitas penyelenggaraan haji Indonesia. Menurutnya, berbagai capaian yang diraih tahun ini menunjukkan adanya lompatan kemajuan dalam tata kelola layanan jemaah yang perlu terus dijaga dan ditingkatkan.
Dalam kesempatan tersebut, Menhaj juga menyampaikan terima kasih kepada Media Center Haji (MCH) yang selama operasional haji telah menghadirkan informasi yang cepat, mudah dipahami, dan menenangkan masyarakat serta keluarga jemaah di Tanah Air.
"Berbagai catatan dan rekomendasi yang kami terima akan menjadi bekal penting untuk terus memperbaiki kualitas penyelenggaraan haji Indonesia. Komitmen kami adalah menghadirkan layanan yang semakin profesional, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan jemaah," tukasnya.