Prabowo Sorot Sistem Politik Mahal di HUT Golkar: Menang Lesu, Apalagi yang Kalah
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) - Presiden Prabowo Subianto menyinggung sistem politik Indonesia yang dianggapnya terlalu mahal dan tidak efisien jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga.
Prabowo menyebutkan Indonesia tidak perlu malu mengakui bahwa sistem politik yang ada terlalu mahal. Biaya tinggi harus dikeluarkan untuk proses politik, termasuk pemilu dan pilkada, yang membuat calon kepala daerah yang terpilih pun lesu karena beban biaya politik tersebut.
"Yang menang lesu, apalagi yang kalah. Kita harus berani mengoreksi diri," ujar Prabowo saat sambutan pada acara peringatan HUT Golkar ke-60 di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Kamis (12/12/2024) malam.
Untuk itu, Prabowo menilai ada beberapa aspek dalam demokrasi Indonesia yang perlu diperbaiki. Ia mendukung pernyataan Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, yang menilai pentingnya evaluasi terhadap sistem politik yang ada.
Prabowo mengajak para ketua umum dan pimpinan partai politik yang hadir untuk bersama-sama memperbaiki sistem politik yang dinilai menghabiskan anggaran hingga puluhan triliun dalam satu atau dua hari saat pemilu.
"Negara-negara tetangga kita efisien. Di Malaysia, Singapura, India, sekali memilih anggota DPRD, sudah selesai. Kita justru banyak mengeluarkan uang, seolah-olah kita kaya," sindirnya.


















