Pucuk pimpinan Rindam Jaya segera beralih kepada Brigjen TNI Jansen P Nainggolan, menggantikan Kolonel Inf Abdurahman. Foto: Ilustrasi/Instagram @korem023
Rindam adalah lembaga pendidikan militer di bawah Komando Daerah Militer (Kodam) selain Akmil, Seskoad, Secapa, dan Kodiklat TNI AD. Rindam memiliki tugas pokok membantu menyelenggarakan latihan dan pendidikan bagi seluruh jajaran Kodam untuk menghasilkan prajurit yang profesional, andal, berkualitas dan memiliki militansi yang tangguh serta dicintai rakyat.
Rindam memiliki beberapa satuan yang bertugas menyelenggarakan pendidikan pertama, kejuruan dan kualifikasi, (Secata, Secaba, Dodiklatpur, Dodikjur, dan Dodikbelanegara). Rindam dipimpin oleh seorang komandan yang sebelunya berpangkat Kolonel.
Di Jakarta, Mako Rindam Jaya berada di Jalan Condet Raya Nomor 55, Pasar Rebo, Jakarta Timur. Sejarah berdirinya Rindam Jaya tidak bisa dilepaskan dari perjuangan bangsa pasca Proklamasi 17 Agustus 1945.
Saat itu, pemuda dan laskar rakyat secara sukarela memanggul senjata untuk mempertahankan kedaulatan Indonesia meski tanpa pendidikan militer formal. Semangat juang mereka kemudian menjadi fondasi lahirnya Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI), yang kini dikenal sebagai TNI.
Seiring perkembangan zaman, Kodam Jaya/Jayakarta mengalami berbagai penyesuaian organisasi untuk menghadapi tantangan strategis. Dalam konteks tersebut, keberadaan Rindam Jaya sebagai lembaga pendidikan militer memiliki peran penting dan strategis guna melahirkan prajurit-prajurit berkualitas.
Rindam Jaya berdiri sejajar dengan lembaga pendidikan militer lainnya seperti Akmil, Seskoad, Secapa, dan Kodiklat TNI AD. Tugas pokoknya jelas adalah menyelenggarakan pendidikan dan latihan bagi jajaran Kodam Jaya untuk melahirkan prajurit yang andal, disiplin, dan dicintai rakyat.
Terdapat tiga fungsi utama yang dijalankan Rindam Jaya, yaitu:
1. Pendidikan, yang membekali prajurit dengan pengetahuan, keterampilan, dan pembentukan sikap mental.
2. Latihan, untuk menjaga dan meningkatkan kemampuan perorangan prajurit maupun satuan.
3. Pengkajian dan Pengembangan, guna memperbarui metode dan sarana pendidikan militer agar lebih efektif.
Selain itu, Rindam Jaya juga mengemban fungsi organik militer, mulai dari pengamanan pendidikan, pengelolaan logistik dan personel, hingga administrasi umum. Semua dijalankan secara terpadu untuk menunjang tugas pokok satuan.
Sebagai pusat pembinaan, Rindam Jaya membawahi beberapa satuan pendidikan, yaitu:
1. Sekolah Calon Tamtama (Secata)
2. Sekolah Calon Bintara (Secaba)
3. Depo Pendidikan Latihan Tempur (Dodiklatpur)
4. Depo Pendidikan Kejuruan (Dodikjur)
5. Depo Pendidikan Bela Negara (Dodikbelanegara)
Melalui kelima satuan ini, Rindam Jaya menjadi kawah candradimuka bagi para calon prajurit hingga yang sudah berdinas, untuk terus ditempa dan ditingkatkan kualitasnya.
Komandan Baru
Sesuai Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1102/VIII/2025tertanggal 15 Agustus 2025, pucuk pimpinan Rindam Jaya segera beralih kepada Brigjen TNI Jansen P Nainggolan, menggantikan Kolonel Inf Abdurahman.
Jansen bukanlah sosok baru di dunia militer. Lulusan SMA Taruna Nusantara angkatan IV tahun 1996 ini sebelumnya menjabat Danrem 023/Kawal Samudera, Kota Sibolga, Kodam I/Bukit Barisan Sumatera Utara.
Karier militernya juga terbilang cemerlang. Ia pernah mengemban berbagai jabatan penting, mulai dari Komandan Satuan Intelijen Komando Operasi Khusus (Koopssus) TNI, Asisten Operasi Koopssus Mabes TNI, hingga Asops Kodam I/Bukit Barisan.
Prestasinya pun tak main-main. Saat mengikuti pendidikan di Sekolah Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri, Jansen berhasil menorehkan prestasi dengan meraih peringkat lima Nastrap Terbaik sebagai perwakilan dari Angkatan Darat.
Di bawah kepemimpinan baru ini, Rindam Jaya diharapkan semakin mampu menjawab tantangan zaman. Sebagai lembaga pendidikan militer, Rindam Jaya tak hanya mencetak prajurit yang terlatih secara fisik, tetapi juga membangun karakter, disiplin, serta militansi para prajurit.