Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana saat menghadiri Pesta Adat Erau 2025 di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Minggu (21/9/2025). Foto: Dok Biro Komunikasi Kementerian Pariwisata
JAKARTA, (ERAKINI) - Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana kembali jadi sorotan publik. Namun yang disorot bukan kinerjanya, tetapi permintaannya yang tak biasa.
Widiyanti tengah viral disebut meminta air galon untuk saat kunjungan ke pelosok daerah. Komentar miring pun bermunculan dari warganet.
Hingga kini belum ada tanggapan dari Widiyanti maupun Kementerian Pariwisata terkait tudingan miring ini. Namun, jika menelisik latar belakang Widiyanti, permintaan itu cukup masuk akal.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dirilis Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 21 Januari 2025, harta Widiyanti Putri Wardhana tercatat mencapai Rp5,4 triliun.
Dirangkum Erakini, Senin (22/9/2025), Widiyanti lahir di Singapura 8 Desember 1970. Widiyanti sudah terlahir jadi orang tajir. Widiyanti merupakan putri pengusaha sukses dan konglomerat Indonesia.
Widiyanti juga dikenal sebagai sosok berpengaruh di dunia bisnis dan sosial. Kesuksesan Widiyanti ini tak lepas dari sosok sang ayah yang merupakan pengusaha sukses, yakni Wiwoho Basuki Tjokronegoro.
Wiwoho merupakan pendiri Teladan Group yang bergerak di berbagai sektor, seperti agribisnis dan pertambangan. Wiwoho Basuki Tjokronegoro tercatat sebagai Komisaris Utama Teladan Group.
Tidak banyak informasi mengenai harta kekayaan Wiwoho Basuki. Namun, ia pernah masuk peringkat 35 daftar orang terkaya di Indonesia versi Forbes pada 2013. Saat itu Wiwoho Basuki tercatat memiliki kekayaan mencapai USD575 juta atau setara Rp9,3 triliun.
Wiwoho Basuki lahir di Yogyakarta, 26 Juli 1953. Ia juga dikenal memiliki minat tinggi pada dunia seni. Ia merupakan investor pada sejumlah galeri seni rupa dan pernah menjabat Ketua Masyarakat Keris Indonesia. Ia juga dikenal pecinta pertunjukan kesenian tradisional Wayang Orang.
Anak seorang polisi ini mengumpulkan pundi-pundi kekayaan dari bisnis yang ia bangun dari nol. Sebagian besar kariernya dihabiskan di industri minyak melalui PT Indika Energy Tbk.
Pendidikan dan Perjalanan Karier
Sebelum dilantik menjadi Menpar pada 21 Oktober 2024, Widiyanti sudah berkiprah cukup panjang di dunia bisnis. Widiyanti meraih gelar Bachelor of Science dari Universitas Pepperdine, Malibu, California, Amerika Serikat, Jurusan Administrasi Bisnis pada tahun 1993. Setelah lulus kuliah ia awalnya bekerja di sektor perbankan. Tak lama ia memutuskan terjun ke dunia bisnis dengan mendirikan Teladan Group.
Widiyanti mengawali kiprahnya di sektor agribisnis melalui PT Teladan Prima Agro (TPA). TPA bergerak di bidang pengelolaan perkebunan dan pabrik kelapa sawit yang memulai operasi pada 2004 di Kalimantan Timur.
Di bawah pengelolaannya, TPA berkembang pesat dengan perkebunan yang tersebar di Kabupaten Berau, Kutai Timur, Paser, dan Kutai Kartanegara. Widiyanti Putri kemudian merambah ke sektor energi dan properti dengan mendirikan sejumlah anak perusahaan.
Pada 2012 hingga 2021, ia menduduki jabatan direktur di PT Teladan Prima Agro. Kariernya tidak berhenti di PT Teladan Prima Agro. Ia juga pernah menduduki sejumlah posisi direktur di berbagai perusahaan, mulai dari PT Tanjung Buyu Perkasa Plantation, PT Telen, PT Inti Energi Kaltim, PT Gemilang Sejahtera Abadi, PT Telen Prima Sawit, PT Sawit Prima Nusantara, dan PT Cahaya Anugerah Plantation.
Selain itu, Widiyanti menjabat sebagai Komisaris di beberapa anak usaha TPA sejak 2013, dan pernah menjadi Komisaris PT Teladan Agro Resources dari 2007 hingga 2012. Hingga akhirnya pada 2021 , Widiyanti diangkat menjadi Komisaris PT TPA. Terakhir ia menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) di PT Teladan Resources sejak tahun 2021.