Menpan RB Azwar Anas saat memimpin rapat tematik mengenai rekrutmen CASN di Kantor Kementerian PANRB, Jakarta, Selasa (30/4/2024). Foto: Humas Kemenpan RB
JAKARTA, (ERAKINI) - Pemerintah akan segera membuka pendaftaran rekrutmen CASN (calon aparatur sipil negara) tahun 2024. Saat ini Badan Kepegawaian Negara (BKN) sedang memverifikasi dan memvalidasi rincian formasi CASN.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Abdullah Azwar Anas menyampaikan bahwa pendaftaran CASN bisa segera dimulai setelah proses validasi selesai dilakukan berdasarkan hasil pengisian/input rincian formasi dari masing-masing / (K/L) dan pemerintah daerah ().
“Kementerian PANRB dan BKN sudah lakukan percepatan pada proses verifikasi dan validasi formasi ASN dari input yang dilakukan K/L dan Pemda. Kami harap K/L dan pemda yang belum merampungkan input di sistem BKN untuk segera menyelesaikan agar pendaftaran CASN segera dibuka, karena sudah ditunggu-tunggu publik,” ujar Azwar Anas saat memimpin rapat tematik mengenai rekrutmen CASN di Kantor Kementerian PANRB, Jakarta, Selasa (30/4/2024).
Anas mengatakan, terdapat sebagian K/L dan pemda yang belum merampungkan pengisian detail dari formasi yang telah ditetapkan Kemenpan RB. “BKN sudah berkoordinasi. Kami yakin bisa rampung dalam waktu dekat, dan pendaftaran CASN dapat segera dimulai,” papar Anas.
Kemenpan RB telah menetapkan formasi untuk rekrutmen CASN tahun 2024 sebesar 1,28 juta. Formasi sebagai sebagai tahap awal untuk pemenuhan total kebutuhan 2,3 juta ASN.
Formasi CASN sebanyak 1,28 juta terdiri atas 427.850 CASN di 75 kementerian/Lembaga, dan 862.174 orang di 524 pemerintah daerah. Jumlah itu untuk memenuhi kebutuhan ASN secara nasional.
ASN yang dimaksud terdiri atas dua kategori, yaitu CPNS yang bisa dilamar oleh fresh graduate, serta pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) yang diperuntukkan bagi tenaga non-ASN dan eks Tenaga Honorer Kategori (THK) II yang telah masuk basis data (database) BKN.
Kata Anas, pemerintah menyiapkan ASN talenta digital dari kalangan fresh graduate yang akan menjadi akselerator mesin birokrasi dan pelayanan publik. Arah kebijakan rekrutmen ASN talenta digital didesain berdampak mengakselerasi ekonomi lokal dan nasional, mulai digitalisasi sektor pertanian, perindustrian, pariwisata, produksi UMKM, perdagangan, dan sebagainya.
“Jadi seluruh CASN ini adalah talenta digital yang harus punya basic knowledge terkait digitalisasi. Harapannya CASN yang direkrut nanti bisa melanjutkan digital leadership,” imbuhnya.
Anas menyebutkan, digital bukan hanya tentang teknologi saja. Namun juga berkaitan dengan kepemimpinan digital (digital leadership). Talenta digital yang dimaksud terbagi menjadi dua, yakni talenta digital sebagai pengguna dan sebagai pengelola. Terdapat tiga hal yang harus diperhatikan untuk menghadirkan kepemimpinan digital ini. Ketiganya adalah struktur digital, kompetensi digital, dan digital culture.
Talenta-talenta digital yang direkrut melalui pengadaan CASN nantinya juga akan ditempatkan di Ibu Kota Nusantara atau IKN yang menerapkan pola kerja terpadu dengan fleksibilitas waktu dan lokasi mendukung sistem kerja kolaboratif dan agile.
“Karenanya perlu talenta-talenta digital yang siap untuk mendorong akselerasi roda pemerintahan di IKN,” pungkas Anas.