Kemampuan menembak ditunjukkan KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak saat meninjau Latihan Menembak Senjata Berat Artileri Pertahanan Udara (Latbakjatrat Arhanud) Terintegrasi yang digelar Pussenarhanud di Daerah Latihan Dislitbangad, Ambal, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Foto: Dispenad
KEBUMEN, (ERAKINI) - Kemampuan tempur Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak ternyata masih mengerikan, meski sudah memasuki usia 56 tahun. Jenderal Maruli berhasil menembak jatuh pesawat musuh di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, menggunakan senjata berat .
Kemampuan menembak ini ditunjukkan KSAD saat meninjau Latihan Menembak Senjata Berat Artileri Pertahanan Udara (Latbakjatrat Arhanud) Terintegrasi yang digelar Pusat Kesenjataan Artileri Pertahanan Udara (Pussenarhanud) di Daerah Latihan Dislitbangad, Ambal, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.
Kunjungan KSAD ini bertujuan untuk memastikan kesiapan tempur satuan Arhanud, sekaligus menilai kemampuan prajurit dalam mengawaki berbagai alutsista pertahanan udara yang dimiliki TNI AD.
KSAD menegaskan bahwa latihan semacam ini sangat penting untuk mengasah profesionalisme dan kemampuan operasional pasukan dalam menghadapi beragam ancaman terhadap kedaulatan negara.
“Latihan ini sangat penting untuk meningkatkan kemampuan tempur dan kesiapan pasukan dalam menghadapi berbagai ancaman di wilayah Indonesia serta menjaga kedaulatan negara. Kemampuan mengawaki alutsista juga harus terus ditingkatkan melalui latihan yang berkesinambungan,” ujar KSAD, dikutip dari keterangan resmi Dispenad, Jumat (31/10/2025).
Di sela-sela latihan tersebut, KSAD berkesempatan melakukan penembakan kehormatan dari atas kendaraan tempur Mistral Atlas. Tanpa ampun, KSAD langsung menembak jatuh pesawat drone yang disimulasikan sebagai pesawat musuh.
Sebelum melakukan tembakan, KSAD hanya menerima penjelasan singkat terkait teknis mekanisme penembakan kehormatan dari komandan latihan.
Seusai melakukan penembakan kehormatan, KSAD menerima penyematan Brevet Master Gunner dan Baret Coklat dari Danpussenarhanud Mayjen TNI Edi Setiawan, sebagai simbol penghargaan dan penerimaan sebagai Warga Kehormatan Korps Arhanud.
Latbakjatrat Arhanud Terintegrasi ini menjadi ajang uji kemampuan sistem senjata dan komando pengendalian Arhanud secara menyeluruh.
Kegiatan latihan melibatkan berbagai jenis alutsista pertahanan udara, seperti Rudal Mistral, Rudal Starstreak, serta Meriam kaliber 57 mm, 40 mm, 23 mm, dan 20 mm.
Seluruh sistem diuji untuk menembak sasaran udara bergerak maupun sasaran darat statis, guna memastikan kesiapan operasional yang optimal.
Selain meninjau pelaksanaan latihan, KSAD juga menyapa masyarakat sekitar melalui kegiatan bakti sosial berupa pengobatan gratis dan pemberian bantuan sosial. Kegiatan ini sebagai komitmen TNI AD untuk hadir dan memberi manfaat bagi masyarakat di mana pun prajurit bertugas.