Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Nezar Patria usai peluncuran Indonesia AI Center of Excellence (CoE) di Jakarta. (Foto: Komdigi).
JAKARTA, (ERAKINI) - IndonesiaAI Center of Excellence (CoE) resmi diluncurkan di Jakarta. Peluncuran ini menjadi langkah strategis dalam mengakselerasi visi Indonesia sebagai kekuatan digital global berbasis kecerdasan artifisial atau (AI).
Hal itu disampaikan oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Nezar Patria. Menurutnya, kehadiran AI CoE bukan hanya simbolik, tetapi dirancang sebagai penggerak nyata dari peta jalan AI nasional yang tengah disusun.
"IndonesiaAI Center of Excellence bukanlah inisiatif yang terisolasi. Pusat ini dapat berfungsi sebagai lengan implementasi, mesin yang akan secara langsung menerjemahkan peta jalan AI nasional kita yang akan datang menjadi program-program yang nyata dan dapat ditindaklanjuti," ujar Nezar di Jakarta Selatan dikutip dari laman resmi Komdigi, Sabtu (12/7/2025).
Dalam kesempatan itu, Nezar menjabarkan bahwa ada 5 pilar penting dalam peta jalan AI nasional yang akan dijalankan. AI CoE dirancang untuk dapat memperkuat masing-masing pilar penting tersebut. "Pertama, etika. AI CoE akan memperjuangkan pengembangan audit etika nasional, memastikan AI kita selalu inklusif dan adil," jelas Nezar.
Kedua, lanjut dia, adalah infrastruktur dan tata kelola data. Dalam hal ini, AI CoE akan memperkuat upaya untuk menstandardisasi teknologi dan keamanan infrastruktur AI nasional strategis. AI CoE juga akan sekaligus memperkuat tata kelola data untuk kelancaran interoperabilitas.
"Ketiga adalah bakat. Manusia kita adalah bakat terbesar kita, aset terbesar kita. AI CoE akan mendukung beasiswa, sertifikasi nasional, reformasi kurikulum AI, dan program literasi publik, memberdayakan jutaan orang dengan keterampilan digital yang dibutuhkan untuk masa depan," katanya.
Keempat yaitu investasi. Pada pilar ini, kata dia, AI CoE akan berperan penting dalam mengamankan dan mengarahkan pendanaan yang diperlukan, menyediakan dana investasi AI khusus untuk program-program prioritas nasional Indonesia. Pilar terakhir adalah mengenai research and development (RnD).
Menurutnya, AI CoE akan mempercepat adopsi AI melalui riset terapan, memanfaatkan ekosistem digitalIndonesia, serta mendorong pendekatan sumber dan inovasi terbuka. "Sebagai hub, AI CoE akan berfungsi sebagai platform mercusuar untuk mendorong kolaborasi dan memberdayakan jaringan global dan lokal untuk berbagi keahlian dan memimpin program inovasi," katanya.
Nezar menyampaikan bahwa kolaborasi Kemkomdigi bersama dengan perusahaan teknologi ini merupakan upaya untuk mewujudkan visi IndonesiaDigital di 2045. Salah satu kerja sama yang sudah berjalan adalah pendirian AI Center of Excellence di Papua untuk membuka akses terkait dengan teknologi AI di sejumlah wilayah Indonesia.
"Dengan kolaborasi ini, kita dapat mendidik dan melatih talenta AI di Indonesia yang jumlahnya sekitar 2 juta. Ini merupakan kesempatan yang cukup bagus untuk dimanfaatkan. Dengan kekuatan komputasi yang dimiliki NVIDIA serta keamanan siber yang telah disiapkan Cisco, kita dapat belajar banyak untuk mengadopsi teknologi AI ini," katanya.