JAKARTA, (ERAKINI) – Wakil Menteri Agama RI, Muhammad Syafi'i, melakukan peninjauan langsung layanan Masjid Ramah Pemudik guna memastikan kenyamanan masyarakat selama arus balik Lebaran 2026.
Kunjungan tersebut dilakukan di dua lokasi, yakni Masjid Ar-Rivai TPI Medan dan Masjid Al-Jihad Batang Kuis, Sumatera Utara. Dalam agenda ini, turut hadir sejumlah pejabat Kementerian Agama wilayah setempat.
Wamenag mengungkapkan bahwa sebanyak 6.529 masjid di seluruh Indonesia telah ditetapkan sebagai Masjid Ramah Pemudik pada momentum Idulfitri 1447 H/2026 M. Program ini bertujuan mendukung tradisi mudik yang sarat nilai religius, seperti mempererat silaturahmi dan berbakti kepada orang tua.
"Pentingnya mengaktivasi fungsi sosial masjid dalam mendukung kelancaran arus mudik. Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah ritual, tetapi juga menjadi pusat pelayanan bagi para musafir. Kita sepakat untuk memberikan dukungan penuh bagi saudara-saudara kita yang mudik agar nyaman dan aman saat beristirahat," ucap Wamenag dikutip dari laman resmi Kemenag, Jumat (27/3/2026).
Beberapa hari ke depan, kata dia, masyarakat akan melakukan perjalanan arus balik. Untuk itu, Romo Syafi’I berharap pengurus masjid dapat melayani pemudik dengan sepenuh hati.
Dalam kesempatan itu, Wamenag juga memberikan apresiasi kepada pengelola masjid di Indonesia yang telah menyediakan beragam fasilitas, ada juga penginapan gratis, serta pelayanan 24 jam untuk pemudik. Menurutnya, antusiasme Badan Kemakmuran Masjid (BKM) sangat luar biasa dalam mempersiapkan fasilitas untuk pemudik apalagi setelah penetapan Masjid Ramah Pemudik dari Kementerian Agama.
"Yang menarik dari program Masjid Ramah Pemudik ini adalah inisiatif BKM yang tidak hanya menunggu pemudik datang, tetapi juga melakukan aksi "jemput bola". Ada di beberapa tempat pengurus menemui masyarakat di terminal maupun di jalan raya untuk diajak beristirahat di masjid tanpa dipungut biaya. Di berbagai daerah, masjid bahkan menyediakan makanan dan minuman gratis sebagai bentuk kreativitas pelayanan. Bahkan ada juga penginapannya," katanya.
Guna memastikan keamanan dan kenyamanan, Wamenag mendorong setiap BKM untuk terus membangun koordinasi dengan pemangku kepentingan (stakeholder) setempat. "Saya juga mengucapkan terima kasih kepada pemangku kebijakan lintas sektoral baik pemerintah daerah, TNI, Polri yang turut mendukung suksesnya program ini," ucapnya.
Sementara itu, Ketua BKM Ar-Rivai Ikrom Helmi Nst menyampaikan program Masjid Ramah Pemudik yang digagas Kementerian Agama RI adalah solusi bagi kenyamanan dan keamanan para pemudik. Melalui koordinasi dan komunikasi, Pengurus BKM dapat melaksanakan program tersebut dengan baik.
"Alhamdulillah, saat arus mudik sebelum Idul Fitri kemarin kami melaksanakan amanah Kemenag dengan baik dan berjalan lancar. Pemudik kita berikan fasilitas bahkan pascaditetapkan Masjid ini menjadi Masjid Ramah Pemudik, kami melakukan penambahan fasilitas kamar mandi dan fasilitas lainnya," ucap Ikrom.
Kembali ke Wamenag, pihaknya juga turut menyampaikan apresiasi kepada rumah ibadah, seperti Gereja, Kuil, Vihara, dan Klenteng yang turut memberikan dukungan serupa bagi para pemudik. Hal ini dinilai sebagai bukti kuatnya toleransi dan persaudaraan antarpemeluk agama di Indonesia dalam rangka merawat perdamaian dan kerukunan.
"Program ini bukan sekadar bantuan teknis, melainkan bukti persaudaraan. Ada Gereja, ada Kuil, Vihara, dan Klenteng yang membantu para pemudik. Kami mengapresiasi bantuan tersebut dan semoga kerukunan di Indonesia terus terjalin," ungkapnya.