Muhadjir saat Sertijab Menko PMK kepada Pratikno di Kantor Kemenko PMK, Senin (21/10/2024). Foto: Ist
JAKARTA, (ERAKINI) - Menteri Koordinasi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) periode 2019-2024 Muhadjir Effendy mengusulkan kepada Menko PMK yang baru, Pratikno, untuk mengubah batas usia minimal syarat masuk sekolah dasar (SD).
"Masa awal masuk sekolah yang awal 7 tahun sebaiknya dipercepat menjadi 6 tahun," ujar Muhadjir saat Sertijab di Kantor Kemenko PMK, Senin (21/10/2024).
Muhadjir menjelaskan, alasan pemerintah dulu mewajibkan usia sekolah saat memasuki 7 tahun, karena keterbatasan institusi pendidikan Sekolah Dasar (SD).
Kini, kata dia, institusi pendidikan di Indonesia sudah merata di seluruh Indonesia, sehingga awal masuk sekolah bisa dipercepat menjadi 6 tahun.
Percepatan awal masuk sekolah ini, menurut Muhadjir, akan berdampak pada skor Programme for International Student Assessment (PISA).
PISA merupakan program asesmen berskala internasional yang menguji dan mengukur tingkat pengetahuan, keterampilan, kesejahteraan, dan kesetaraan pada siswa usia 15 tahun.
"Karena PISA yang ada di ukuran di umur 15 tahun. Kalau startnya terlambat maka kalah dengan yang duluan (masuk sekolah)," ucapnya.
Muhadjir juga menitipkan sejumlah program agar bisa dilanjutkan oleh Pratikno. Antara lain Angka Partisipasi Kasar (APK) yang harus terus dikejar. Berdasarkan Data BPS 2023 APK Pendidikan Tinggi Indonesia adalah 31,45 persen, sedangkan target APK Indonesia pada tahun 2035 adalah 45 persen dan tahun 2045 adalah 60 persen
Selanjutnya, angka kemiskinan di Indonesia yang saat ini sebesar 9,03 persen. Kemudian, kemiskinan ekstrem pada Maret 2024 sebesar 0,83 persen, turun 0,29 persen poin terhadap Maret 2023 sebesar 1,12 persen.
Pemerintah, kata dia, harus mengejar supaya target penurunan bisa mendekati target yang ditentukan yaitu untuk penurunan angka kemiskinan 7,5 persen dan angka kemiskinan ekstrem di bawah 0 persen pada tahun 2024.
Program lainnya, lanjut dia, prevalensi stunting. Indonesia telah mengalami penurunan sebesar 9,3 persen dalam 5 tahun terakhir.
"Saya harap Pak Pratikno bisa melanjutkan apa yang sudah kita targetkan," kata Muhadjir Effendy.
Sementara itu, Pratikno mengucapkan terima kasih karena telah disambut dengan hangat saat acara pisah sambut ini. Ia berjanji akan meneruskan setiap program kerja sesuai dengan visi-misi Presiden Prabowo Subianto.