Dipantau dari siaran YouTube Komisi Komunikasi Sosial Konferensi Waligereja Indonesia (Komsos KWI), Paus Fransiskus tiba di Istana Merdeka sekitar pukul 09.35 WIB, menaiki kendaraan Toyota Innova Zenix putih.
Saat memasuki gerbang Istana, Paus disambut oleh pasukan marching band dan pasukan berkuda yang memandu kendaraan beliau. Setibanya di Istana, Paus Fransiskus melakukan tur singkat mengelilingi kompleks Istana Kepresidenan.
Di sepanjang jalur kendaraan Paus, anak-anak berpakaian adat dengan bendera Merah Putih dan bendera Vatikan berdiri di tepi jalan, memberikan sambutan hangat dengan sorakan meriah untuk menyambut kedatangan Bapa Suci.
Kedatangan Paus Fransiskus di Indonesia adalah bagian dari perjalanan apostoliknya ke Asia Pasifik pada September 2024. Perjalanan Paus Fransiskus ke Asia Pasifik berlangsung dari 3 hingga 13 September 2024, menjadikannya sebagai lawatan terlama Bapa Suci berusia 87 tahun itu selama 11 tahun masa kepemimpinannya.
Indonesia menjadi negara pertama yang dikunjungi, lalu menyusul Papua Nugini, Timor Leste, dan Singapura. Ini adalah kunjungan ketiga Paus ke Indonesia, setelah kunjungan Paus Paulus VI pada tahun 1970 dan Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1989.
Setelah rangkaian kegiatan di Istana Kepresidenan, Paus Fransiskus dijadwalkan mengadakan pertemuan pribadi dengan anggota Serikat Jesuit di Apostolic Nunciature, Kantor Kedutaan Besar Vatikan di Jakarta.
Pada sore hari, pukul 16.30 WIB, beliau akan bertemu dengan para uskup, imam, diakon, biarawan-biarawati, seminaris, dan katekis di Gereja Maria Diangkat ke Surga, Gereja Katedral Jakarta. Kaum muda dari Scholas Occurrentes juga akan memiliki kesempatan bertemu Paus Fransiskus di Youth Center Graha Pemuda Senayan pada pukul 17.35 WIB.
Pada Kamis, 5 September 2024, Paus Fransiskus dijadwalkan menghadiri pertemuan antaragama di Masjid Istiqlal Jakarta sekitar pukul 09.00 WIB, diikuti pertemuan dengan penerima manfaat organisasi amal di Kantor Konferensi Waligereja Indonesia (KWI).
Pada sore harinya, pukul 17.00 WIB, Paus akan mengadakan misa akbar di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, yang dihadiri ribuan umat Katolik dari seluruh Indonesia.