UTBK SNBT mulai digelar hari ini hingga 3 Mei 2025. Salah satu pusat pelaksanaan UTBK adalah Universitas Airlangga (UNAIR), Surabaya, Jawa Timur. Foto: UNAIR
SURABAYA, (ERAKINI) - Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) mulai digelar hari ini hingga 3 Mei 2025. Salah satu pusat pelaksanaan UTBK adalah Universitas Airlangga (UNAIR), Surabaya, Jawa Timur.
Tahun ini terdapat 14.660 peserta UTBK yang akan mengekuti UTBK di UNAIR. Lokasinya tersebar di delapan lokasi yang ada di Kampus Dharmahusada-A, Dharmawangsa-B, dan MERR-C. Sebanyak 18 ruangan tersedia untuk memfasilitasi peserta melaksanakan tes UTBK yang akan terbagi menjadi 18 sesi.
Menariknya, tahun ini UNAIR menghadirkan sejumlah fasilitas tambahan untuk memberikan kenyamanan lebih kepada peserta, salah satunya penyediaan konsumsi pagi dan layanan medis darurat.
Rektor UNAIR Prof Mohammad Nasih menjelaskan bahwa kampus memberikan perhatian khusus terhadap kondisi fisik dan mental peserta, terutama mereka yang mengikuti ujian pada sesi pertama di pagi hari.
“Kami menyediakan konsumsi berupa teh dan roti untuk peserta yang melaksanakan tes pagi. Ini menjadi bentuk perhatian kami agar peserta bisa mengikuti ujian dalam kondisi prima. Bisa saja mereka belum sempat sarapan karena terburu-buru atau orang tuanya belum sempat menyiapkan,” ujar Prof Nasih, dalam keterangannya, Rabu (23/4/2025).
Kebijakan ini menjadi yang pertama dalam sejarah pelaksanaan UTBK di UNAIR dan mendapat sambutan positif dari peserta dan orang tua.
Tak hanya itu, UNAIR juga menyiagakan fasilitas medis untuk mengantisipasi peserta yang mengalami gangguan kesehatan saat ujian berlangsung. Pada hari pertama, Prof Nasih mengungkapkan ada dua peserta yang sempat mengalami kondisi sakit mendadak, namun segera mendapatkan penanganan.
“Tadi pagi ada dua kasus peserta sakit dan langsung kami dampingi serta tangani. Alhamdulillah setelah mendapat perawatan ringan, keduanya bisa mengikuti ujian dan menyelesaikannya tepat waktu,” tuturnya.
Prof Nasih melanjutkan, jumlah peserta UTBK di UNAIR tahun ini mengalami peningkatan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Pelaksanaan UTBK pada hari pertama ini pun berjalan sesuai harapan, baik dari segi sistem teknis maupun keamanan.
“Sistem berjalan tanpa kendala, dan keamanan kami tingkatkan untuk menjaga integritas ujian. Semoga semua sesi berikutnya juga berjalan dengan lancar,” ucapnya.
Untuk menjaga keamanan dan kondusivitas, UNAIR menyiapkan alas kaki khusus berupa sandal. Kebijakan ini menjadi bentuk komitmen UNAIR dalam menjaga fairness dan mengantisipasi adanya kecurangan di antara peserta.
“Sekarang ini semuanya sudah canggih. Seringkali ada orang-orang tidak bertanggung jawab yang akan mengganggu fairness ujian ini dengan menyimpan alat komunikasi dan sejenisnya yang tidak terdeteksi oleh metal detector,” tutur Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNAIR itu.
Kata dia, kebijakan ini bukan hanya soal kebersihan, tetapi bagian dari mitigasi risiko kecurangan. Dengan berbagai fasilitas dan kebijakan penunjang yang diterapkan UNAIR, Prof Nasih berharap UTBK 2025 bisa menjadi gerbang awal menuju masa depan pendidikan yang lebih baik.