Tiga Alasan Kenapa Turis Asing Sering Buat Onar di Bali
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Baru-baru ini masyarakat Bali dibuat resah oleh perlakukan sejumlah turis asing yang kerap melanggar hukum. Mereka dinilai telah merusak imej pariwisata Indonesia.
Kasus pertama yaitu para turis asal Rusia dan Ukraina yang terlibat kasus laboratorium narkoba rahasia (clandestine lab) dan ladang ganja hidroponik di Sunny Village, Desa Tibubeneng, Kuta Utara, Badung, Bali. Para turis tersebut telah dilakukan penggerebekan di sebuah villa pada Kamis (2/5/2024) lalu.
Kabareskrim Polri Komjen Wahyu Widada mengatakan, empat pelaku yang ditangkap terdiri dari tiga warga negara asing (WNA) dan satu warga negara Indonesia (WNI). Tiga WNA itu merupakan dua saudara kembar asal Ukraina, Ivan Volovod dan Mykyta Volovod, serta seorang WN Rusia, Konstantin Kruts. Sedangkan, WNI yang ditangkap bernama Lazuardi Muddatsir.
Kasus kedua yaitu sekelompok turis warga negara asing (WNA) yang belum diketahui identitasnya, melakukan ritual bernuansa erotis dan cabul di Ubud, Gianyar, Bali.
Mengapa para turis tersebut kerap membuat onar bahkan melanggar hukum?
Menurut Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Silmy Karim ada beberapa alasan mengapa turis asing tersebut selalu membuat onar, bahkan melanggar hukum. Dia mengatakan, turis asing membuat onar disebabkan oleh beberapa hal, yaitu:


















