Prabowo di Kongres Muslimat NU: Yang Protes Efisiensi Anggaran Silakan Lawan Emak-emak
Abdul Rahman Ahdori






Penegasan itu disampaikan Prabowo dalam sambutannya pada pembukaan Kongres XVIII Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) di Surabaya, Jawa Timur, pada Senin (10/2/2025).
Prabowo menegaskan bahwa ia tidak terpengaruh dengan pembangkangan terhadap keputusan-keputusannya dalam memperjuangkan kemakmuran rakyat. Prabowo menyebut bahwa oknum yang menentang kebijakan efisiensi anggaran harus berani menghadapi masyarakat langsung, terutama kalangan ibu-ibu.
“Kau boleh melawan Prabowo, tetapi nanti kau lawan emak-emak itu semua itu. Bandel, dablek!” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menjelaskan langkah-langkah efisiensi yang dilakukan di berbagai kementerian dan lembaga negara. Menurutnya, efisiensi anggaran tersebut diperlukan untuk mengurangi pengeluaran-pengeluaran yang tidak esensial dan berpotensi menjadi ladang korupsi.
Namun, Prabowo mengungkapkan bahwa ada sejumlah pihak dalam birokrasi yang merasa 'kebal hukum' dan tidak terpengaruh dengan kebijakan yang diambilnya.
“Ada yang melawan saya, ada. Dalam birokrasi merasa sudah kebal hukum, merasa sudah menjadi raja kecil, ada,” kata Prabowo.
Presiden juga mencontohkan bahwa beberapa kegiatan seremonial yang selama ini menghabiskan anggaran, seperti forum grup discussion (FGD) dan studi banding ke luar negeri, tidak lagi diperlukan pada masa pemerintahannya.
“Cukup kajian-kajian, cukup. Apa itu FGD? Focus group discussion, mau diskusi apa lagi? Itu tuh mengentaskan kemiskinan absolut. Bantu rakyat, yang lapar carikan makan, sekolahnya rusak? perbaiki, jalan yang rusak? perbaiki,” ujar Prabowo.
Prabowo juga menilai tidak perlu lagi ada studi banding ke negara maju seperti Australia dalam rangka mengatasi kemiskinan.
“Australia salah satu 10 negara terkaya di dunia, kok belajar ke Australia?” tegasnya.
Terakhir, Prabowo mengatakan bahwa kebijakan efisiensi yang diambilnya bertujuan untuk memastikan dana negara digunakan secara optimal untuk kesejahteraan rakyat, bukan untuk kepentingan seremonial belaka.
