Ganda campuran bulu tangkis Indonesia Dejan Ferdianansyah/Gloria Emanuelle Widjaja menuntaskan laga pembuka turnamen Malaysia Open 2024 dengan kemenangan, Rabu (10/1/2024). Foto: PBSI
JAKARTA, (ERAKINI) - Ganda campuran bulu tangkis Indonesia Dejan Ferdianansyah/Gloria Emanuelle Widjaja menuntaskan laga pembuka turnamen Malaysia Open 2024 dengan kemenangan, Rabu (10/1/2024). Bermain sengit rubber game, Dejan/ menang 21-11, 19-21, 21-19 atas pasangan Inggris Marcus Ellis/Lauren Smith.
“Di level seperti ini tidak ada yang mudah, semuanya sulit. Walau secara peringkat kami di atas lawan kami tadi, tapi semua bisa terjadi. Kami tidak menyangka akan melalui laga ketat seperti tadi. Tapi karena kami sudah menyiapkan segala sesuatunya, jadi bisa mengambil kemenangan di pertandingan ini,” ujar Dejan, dikutip dari lama PP PBSI.
Meskipun tampil cukup dominan di gim pertama, Dejan/Gloria sempat dikejutkan dengan taktik lawan yang tiba-tiba mengubah pola permainan sehingga sulit ditembus. Pada gim pamungkas, pasangan Ellis/Smith mampu mengimbangi penampilan Dejan/Gloria yang kini menempati peringkat 14 dunia tersebut.
“Di gim ketiga, kami mencoba terus mencari bola serangan. Ketika tertinggal dan banyak mati sendiri, kami terus nekat mencari cara untuk menyerang. Selain itu, kami juga lebih tahan,” kata Gloria.
“Di poin-poin kritis, kami terus saling meyakinkan dan mengingatkan untuk lebih sabar, lebih tahan fokusnya,” lanjutnya.
Dengan hasil ini, Dejan/Gloria melaju ke babak 16 besar Malaysia Open 2024. Mereka akan bertemu dengan unggulan asal Korea Selatan, Seo Seung Jae/Chae Yu Jung.
“Besok lawan Seo (Seung Jae)/Chae (Yu Jung), kami mau mempersiapkan lagi. Seperti tadi saya bilang, kalau sudah di level seperti ini tidak ada yang tidak mungkin,” kata Dejan.
Sementara itu, hasil berbeda didapat ganda campuran Indonesia Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari, yang kalah 17-21, 14-21 atas pasangan Denmark, Mathias Thyrri/Amalie Magelund. Kekalahan ini membuat langkah Rinov/Pitha berhenti untuk melaju ke 16 besar
"Kami pastinya kecewa dengan hasil dan jalannya pertandingan kali ini, karena secara persiapan kami sudah bagus, dari sisi waktu maupun teknis," kata Pitha.
Pitha mengakui lawannya hari bermain sangat baik. Namun bermain di level besar seperti ini memang selalu ada tekanan.
"Saya rasa tekanan ada pada semua pemain, termasuk kami. Apalagi ini adalah tahun yang penting, tahun Olimpiade. Tapi di luar itu, kami coba menikmati prosesnya walaupun kami tahu itu sangat tidak mudah. Jangankan lolos ke Olimpiade tapi untuk memperbaiki performa dari pertandingan ke pertandingan juga tidak mudah," tutup Pitha.