Laga China vs Indonesia pada penyisihan Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia zona Asia, diprediksi sepi penonton di Qingdao Youth Football Stadium, Selasa besok. Foto: Instagram/Ist
Pada laga pembuka, China dibantai tanpa ampun oleh Jepang 0-7. Pada laga kedua melawan Arab Saudi, Chini Kembali menelan pil pahit kalah 1-2. Terakhir, China keok dari Australia 1-3.
Hasil buruk ini membuat suporter China tidak begitu tertarik menyaksikan langsung timnya saat bersua Indonesia pada Selasa besok. Penjualan tiket untuk laga tersebut di luar ekspektasi.
Media China, QQ, melaporkan bahwa hasil tiga laga sebelumnya berimbas pada kurangnya minat suporter tuan rumah membeli tiket laga China vs Indonesia.
"Karena performa yang buruk akhir-akhir ini, penjualan tiket untuk pertandingan ini tidak ideal. Kecuali harga terendah 280 yuan (sekitar Rp617.000)," tulis QQ di situs web resmi mereka.
Media China lainnya, Luzhong Morning News, juga melaporkan tiket pertandingan untuk beberapa kategori, hingga akhir pekan kemarin, masih banyak yang belum lalu.
"Selain dua kategori tiket termurah untuk pertandingan kandang melaawan Timnas Indonesia, semua kategori tiket yang tersisa belum terjual," tulis Luzhong Morning News.
Untuk menarik minat suporter, tuan rumah sebenarnya sudah mengobral harga tiket pertandingan. Saat ini tiket pertandingan dijual dalam beberapa kategori, dimana termurah 280 yuan atau setara Rp616 ribu dan termahal 1.380 yuan atau Rp3 juta.
Harga tiket ini sudah diturunkkan saat laga kandang pertama kontra Arab Saudi pada Selasa (10/9/2024), yang berlangsung di Dalian Souyuwan Football Stadium, Dalian. Harga tiket kategori menengah ke tas didiskon hingga Rp200.000-600.000.
Di sisi lain, suporter Indonesia juga diperkirakan tidak banyak yang memberikan dukungan langsung kepada tim Garuda.
Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Sumardji mengatakan akan akan ada suporter Indonesia yang menyaksikan pertandingan secara langsung di Qingdao Youth Football Stadium, hanya jumlahnya tidak banyak. Sebab, jatah Indonesia memang tidak banyak.
Sumardji menyebutkan, PSSI sudah mengirimkan surat kepada Federasi Sepak Bola China untuk meminta jatah tiket bagi suporter Indonesia. Pada pertandingan besok Indonesia mendapatkan jatah tiket 2.000 dari total kapasitas Qingdao Youth Football Stadium sebanyak 50.000 penonton.
Meski demikian, Sumardji meragukan kuota 2000 tiket itu dapat dipenuhi oleh suporter Indonesia. Sebab, Jarak lokasi pertandingan cukup jauh dari ibu kota China, Beijing.
Sementara mayoritas masyarakat Indonesia saat ini berada di Beijing. Masyarakat Indonesia yang tinggal di Qingdao hanya pelajar saja.
"Kota Qingdao ini jauh dari mana-mana dan warga Indonesia yang tinggal di sana sedikit. Paling hanya mahasiswa saja," kata Sumardji.
Sepinya penonton tuan rumah di stasion tentu bisa menjadi keuntungan bagi timnas Indonesia. Sebab, kehadiran suporter kerap jadi pemain ke-12 yang menambah semangat dan energi pemain, terutama bagi tuan rumah.