Oklahoma City Thunder berhasil bangkit dari ketertinggalan pada Gim 4 Final NBA 2025 yang digelardi Gainbridge Fieldhouse, Sabtu ((16/6) pagi WIB aau Jumat malam waktu setempat. Foto: nba.com
Oklahoma City Thunder berhasil bangkit dari ketertinggalan pada Gim 4 Final NBA 2025 yang digelardi Gainbridge Fieldhouse, Sabtu ((16/6) pagi WIB aau Jumat malam waktu setempat. Hasil ini membuat kedudukan kini imbang 2-2 dalam seri best-of-seven yang sengit.
Bintang Thunder, SGA, tampil luar biasa dengan mencetak 35 poin, termasuk 15 poin krusial dalam empat menit terakhir pertandingan. Aksinya menjadi penentu kemenangan Thunder setelah tertinggal 10 poin di paruh kedua pertandingan.
“Kami bermain dengan rasa putus asa di akhir laga. Itulah yang membuat kami menang,” kata SGA seusai pertandingan, dikutip dari situs resmi NBA.
Pelatih Thunder, Mark Daigneault, turut memuji kepemimpinan Gilgeous-Alexander dalam momen-momen krusial. “Dia benar-benar menunjukkan siapa dirinya malam ini,” ujar Daigneault.
Selain SGA, Jalen Williams menyumbang 27 poin, Alex Caruso 20 poin, dan Chet Holmgren mencatat double-double dengan 14 poin dan 15 rebound. Menariknya, Thunder hanya mencetak tiga tembakan tiga angka, jumlah terendah mereka musim ini, dan Gilgeous-Alexander tidak mencatat satu pun assist untuk pertama kalinya sepanjang musim.
“Kami sudah tahu sejak bangun pagi tadi, tertinggal 3-1 sangat berbeda dibanding 2-2 saat kembali bermain di kandang,” tambah Gilgeous-Alexander.
Dari kubu Pacers, Pascal Siakam mencetak 20 poin, diikuti Tyrese Haliburton dengan 18 poin, dan Obi Toppin 17 poin. Meski sempat memimpin hingga 10 poin di kuarter ketiga, Indiana gagal mempertahankan keunggulan di akhir laga.
Pertandingan berlangsung panas. Pacers memulai laga dengan cepat, mencetak 20 poin dalam 4 menit 59 detik pertama. Hanya kali kedua musim ini Thunder kebobolan sebanyak itu dalam waktu sesingkat itu. Mereka sempat memimpin hingga sembilan poin di awal, tapi gagal menjauhkan diri.
Pertandingan tambah memanas untuk pertama kalinya di seri ini setelah Toppin dijatuhi pelanggaran Flagrant 1 terhadap Caruso di pertengahan kuarter kedua. Lalu ia sendiri menjadi korban Flagrant 1 dari Lu Dort menjelang akhir babak pertama. Pacers menutup babak pertama dengan laju 15-6 dan memimpin 60-57 saat turun minum.
Dunk Toppin dari baseline di akhir kuarter ketiga membawa Indiana unggul 86-76. Ini menjadi keunggulan dua digit pertama dalam seri ini yang baru terjadi di kuarter ke-15. Tapi OKC kembali bangkit dan menyamakan skor di awal kuarter keempat menjadi 89, dan itu menjadi awal dari serangkaian skor imbang.
Setelah imbang 91, imbang 95, imbang 97, dan akhirnya unggul, momen penentu datang saat SGA mencetak step-back jumper di sisa 2:23 menit yang membawa Thunder unggul 104-103. Thunder mempertahankan keunggulan itu hingga akhir.
“Kami ingin menang. Saya pikir kami bermain cukup baik dalam beberapa fase, tapi sayangnya, hasilnya tidak sesuai harapan,” kata Pascal Siakam.
Gim 5 dari seri ini, yang kini praktis menjadi best-of-three, akan digelar di Oklahoma City pada Selasa (17/6) pagi WIB atau Senin malam waktu setempat. Thunder kini kembali memegang keunggulan kandang dalam perebutan gelar juara NBA.