Heboh Real Madrid Mundur dari Final Copa del Rey Lawan Barcelona, Begini Pernyataan Klub
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) - Real Madrid menanggapi rumor yang menyebut mereka mundur dari final Copa del Rey menghadapi Barcelona yang dijadwalkan berlangsung di Stadion La Cartuja, Sevilla, Minggu (27/4/2025) dini hari WIB.
Dalam pernyataan resmi klub yang dirilis pada Sabtu (26/4), Los Blancos menyatakan bahwa mereka tidak pernah mempertimbangkan opsi boikot dari partai puncak tersebut, meskipun mengaku kecewa dengan sejumlah hal menjelang laga final.
"Klub kami memahami bahwa pernyataan tidak pantas dari wasit yang ditunjuk untuk pertandingan ini, yang dibuat 24 jam sebelum final, tidak dapat mencoreng acara olahraga penting di seluruh dunia yang akan ditonton oleh ratusan juta orang," tulis Real Madrid di laman resmi klub.
Real Madrid menegaskan bahwa pertandingan harus tetap menjunjung tinggi nilai-nilai sepak bola, meskipun mereka merasa menjadi sasaran ketidakadilan oleh para wasit yang bertugas.
"Real Madrid memahami bahwa nilai-nilai sepak bola harus menang, terlepas dari permusuhan dan kebencian yang hari ini sekali lagi ditunjukkan terhadap klub kami," lanjut pernyataan tersebut.
Sebelumnya, Real Madrid sudah memilih untuk tidak menghadiri konferensi pers resmi pra-pertandingan dan membatalkan sesi latihan di Stadion La Cartuja pada Jumat malam waktu setempat sebagai bentuk protes terhadap federasi sepak bola Spanyol (RFEF).
Protes ini dipicu oleh penunjukan wasit Ricardo de Burgoes Bengoetxea dan wasit VAR Gonzalez Fuertes, yang menurut pihak Madrid tidak layak memimpin laga penting tersebut. Permintaan resmi Madrid untuk mengganti kedua wasit itu ditolak oleh RFEF.
Presiden klub Florentino Perez dan sejumlah petinggi klub juga memutuskan tidak hadir dalam jamuan makan malam resmi yang diselenggarakan oleh federasi.
Real Madrid mengkritik keras pernyataan publik yang dilontarkan oleh Bengoetxea dan Fuertes jelang pertandingan, yang dinilai bernada mengancam dan tidak mencerminkan prinsip netralitas.
"Pernyataan yang lebih mengejutkan lagi, dengan nada mengancam, yang menyinggung persatuan para wasit, digunakan untuk mengumumkan dugaan tindakan atau tindakan yang jauh dari prinsip-prinsip keadilan, objektivitas, dan imparsialitas yang seharusnya berlaku hanya beberapa jam sebelum acara sepak bola yang menarik perhatian ratusan juta orang di seluruh dunia," tulis pernyataan resmi klub.
"Mengingat keseriusan dari apa yang terjadi, Real Madrid berharap bahwa mereka yang bertanggung jawab atas RFEF dan badan wasit akan bertindak sebagaimana mestinya, mengadopsi tindakan-tindakan yang diperlukan untuk mempertahankan prestise lembaga yang mereka wakili," tutup pernyataan itu.


















