Inter Milan bersiap meladeni perlawanan Bayern Munich di Stadion San Siro, pada leg kedua perempat final Liga Champions, Kamis (17/4/2025) dini hari WIB. Foto: inter.it
Pada leg pertama di Allianz Arena, Inter secara mengejutkan memenangkan laga dengan skor 2-1. Dengan keunggulan agregat 2-1, Nerazzurri kini berada di atas angin untuk melaju ke semifinal.
San Siro masih menjadi benteng kokoh Inter. Klub asal Milan ini juga tidak terkalahkan dalam 14 laga kandang Liga Champions terakhir mereka (Menang 12, Seri 2), rekor aktif terpanjang saat ini di kompetisi.
Tak hanya itu, Inter juga punya rekor luar biasa ketika menang di leg pertama babak gugur, yakni dari 23 kesempatan sebelumnya, mereka berhasil melaju ke babak selanjutnya sebanyak 21 kali.
"Ini akan menjadi pertandingan yang sangat sulit bagi kami. Kami harus melupakan hasil minggu lalu, tetapi tidak dengan penampilannya," ujar Pelatih Inter Simone Inzaghi, dikutip dari situs UEFA.com.
Meski kalah di kandang, Bayern Munich tentu tidak bisa dianggap remeh. Di Bundesliga, mereka masih berada di puncak klasemen dengan catatan impresif, yakni 21 kemenangan, enam imbang, dan dua kekalahan, serta telah mencetak 83 gol.
Di Liga Champions, sebelum kalah dari Inter, Bayern mencatatkan 22 laga kandang tanpa kekalahan sejak April 2021. Bayern juga memiliki sejarah kuat di Liga Champions, yaitu telah mencapai semifinal sebanyak 13 kali, hanya kalah dari Real Madrid (17 kali).
"Mereka adalah lawan yang tangguh. Kami akan membutuhkan permainan yang hebat dalam hal berlari, agresi, dan sikap. Kami harus mencoba bermain seperti yang kami lakukan di Munich, menguasai bola sebanyak mungkin. Akan lebih sulit lagi di leg kedua, karena mereka memberi banyak tekanan pada lawan mereka," kata Inzaghi.
Namun, laga di San Siro bisa jadi tantangan besar. Dalam enam pertemuan terakhir kedua tim di Liga Champions, hanya satu kali tuan rumah Bayern berhasil menang, yakni pada 2022. Inter justru memiliki keunggulan dalam laga sistem gugur. Inter pernah menyingkirkan Bayern di final 2010 dan babak 16 besar 2011.
"Ini adalah pertandingan tim terbaik di Italia melawan tim terbaik di Jerman saat ini. Stadion-stadionnya juga termasuk yang terbaik. Tidak ada yang lebih besar dari ini," sebut Pelatih Bayern Vincent Kompany.
"Kualitas dan bakat juga ada di sana. Yang penting adalah kami menampilkan performa terbaik kami. Semoga, kami juga dapat menikmati malam yang sangat istimewa bagi para penggemar," tambahnya.
Melihat performa, rekor kandang, dan keunggulan agregat, Inter jelas lebih diunggulkan. Apakah Inter bisa melanjutkan laju mereka hinga final seperti musim 2023? Atau, Bayern akan menunjukkan mental juara dan membalikkan keadaan di San Siro? Menarik untuk ditunggu.