Big match perdana Piala Dunia Antarklub 2025 akan tersaji pada Senin (16/6/2025) dini hari pukul 02.00 WIB antara PSG vs Atletico Madrid. Foto: Dok Atletico Madrid
PSG dan Atletico lolos ke Piala Dunia Antarklub 2025 melalui jalur peringkat. Laga yang berlangsung di Stadion Rose Bowl, Pasadena, Amerika Serikat, ini akan menjadi momen bersejarah. Sebab ini untuk pertama kalinya PSG vs Atletico Madrid berhadapan di ajang FIFA Club World Cup. Laga ini juga menjadi debut kedua tim menyusul perubahan format turnamen yang memungkinkan lebih banyak wakil Eropa lolos.
PSG datang ke turnamen ini dengan status sebagai favorit juara. Tim asuhan Luis Enrique baru saja melewati musim terbaik dengan menyapu bersih tiga trofi utama (treble winner), yakni Ligue 1, Coupe de France, dan Liga Champions UEFA. PSG menjadi klub kesembilan di Eropa yang sukses meraih treble, sekaligus yang pertama dari Prancis.
Puncak kejayaan PSG musim ini terjadi saat membantai Inter Milan 5-0 di final Liga Champions. Kemenangan itu juga mengakhiri penantian panjang klub Prancis untuk kembali meraih kejayaan Eropa sejak Marseille pada 1993.
Tak lagi mengandalkan barisan bintang individual, Enrique meramu PSG menjadi tim yang seimbang dan efisien. Hasilnya, PSG mencetak 152 gol dalam 58 pertandingan, tertinggi kedua di Eropa setelah Barcelona (174 gol).
Tak heran jika superkomputer Opta menjadikan PSG sebagai unggulan utama juara Piala Dunia Antarklub 2025 dengan peluang 18,5%.
Hanya, pada pertandingan ini PSG harus bermain tanpa pencetak gol terbanyaknya Ousmane Dembele. Dikutip dari laman resmi FIFA, Dembele diperkirakan absen karena mengalami cedera Namun, klub ibu kota Prancis ini memiliki banyak pilihan untuk menutupi absennya sang pemain yang telah mencetak 33 gol dalam 49 pertandingan PSG musim ini.
Juara bertahan Eropa ini sebenarnya sudah beberapa kali bermain tanpa Dembele sepanjang musim 2024-25. Dan, secara keseluruhan performa mereka tidak terlalu buruk, yakni meraih enam kemenangan dan hanya dua kekalahan (kalah 2-0 dari Arsenal di UEFA Champions League pada Oktober 2024, dan 2-1 dari Strasbourg di Ligue 1 pada 3 Mei).
Saat Dembele absen, Luis Enrique paling sering memberikan tanggung jawab di lini serang PSG kepada Goncalo Ramos. Penyerang internasional Portugal ini pun membayar kepercayaan tersebut dengan kontribusi dalam 80% kesempatan. Faktanya, Ramos berhasil mencetak enam gol dari lima pertandingan tersebut, dan hanya gagal mencetak gol dalam satu laga.
Ia juga baru saja meraih kesuksesan di UEFA Nations League bersama Portugal dan mengincar musim yang sempurna. Catatannya untuk PSG musim ini sudah membuktikan segalanya, yakni 18 gol dalam 41 penampilan, dengan hanya 16 kali menjadi starter.
"Dia adalah pemain yang tak ternilai, baik bagi saya maupun bagi tim. Pemain sekaliber ini memberi kami jaminan. Dia siap bermain, entah itu hanya beberapa menit atau 90 menit penuh," ujar Pelatih Luis Enrique.
Jika penyerang Portugal ini dipilih pada Minggu, Desire Doue dan Khvicha Kvaratskhelia kemungkinan akan melengkapi trio penyerang PSG. Desire Doue juga sedang dalam performa puncak setelah penampilan sensasionalnya dalam kemenangan 5-0 PSG atas Inter Milan di final UEFA Champions League 2025
Ancaman dari Spanyol yang Siap Bangkit
Di sisi lain, Atletico Madrid datang sebagai tim peringkat keenam dalam klasemen UEFA empat tahunan. Meski belum meraih gelar sejak menjuarai La Liga 2020/21, pasukan Diego Simeone tetap jadi lawan berbahaya.
Musim 2024/25 sempat menjanjikan bagi Atletico. Los Colchoneros mencatatkan 15 kemenangan beruntun antara Oktober hingga Januari dan sempat memuncaki klasemen La Liga. Namun performa menurun di awal 2025 dan membuat Koke dkk tersingkir dari perburuan gelar.
Di Liga Champions, Atletico juga tersingkir di babak 16 besar setelah kalah adu penalti dari Real Madrid secara kontroversial. Penalti Julian Alvarez dianulir karena double touch akibat terpeleset Atletico juga kandas di Copa del Rey usai kalah agregat 5-4 dari Barcelona di semifinal.
Rekor Pertemuan
Kedua tim baru sekali bertemu sebelumnya, yakni di fase grup Liga Champions pada 6 November 2024. Saat itu, Atletico sukses mencuri kemenangan 2-1 di Parc des Princes, meski hanya menguasai 29% penguasaan bola.
Ini menjadi satu-satunya kemenangan Atletico di Liga Champions dengan penguasaan bola di bawah 30%. Ángel Correa jadi pahlawan kala itu, dengan mencetak gol kemenangan di menit akhir.
Meski demikian, dengan status peraih treble, PSG tetap difavoritkan memenangkan laga ini. Superkomputer Opta memberikan peluang 54,0% untuk kemenangan PSG. Atletico Madrid hanya memiliki peluang 22,8%, sementara kemungkinan hasil imbang berada di angka 23,2%.
Kedua tim juga menjadi favorit kuat untuk lolos dari Grup B. PSG memiliki peluang 91,5% untuk melaju ke babak 16 besar, sedangkan Atletico Madrid 74,3%. Dua tim lainnya di Grup B adalah Botafogo (Brasil) dan Seattle Sounders (AS)