Manchester City resmi mendatangkan Tijjani Reijnders, dari AC Milan. Pemain berdarah Indonesia itu diterbangkan ke Manchester dengan nilai transfer sekitar Rp1,02 triliun. Foto: mancity.com
Skysports melaporkan, gelandang Timnas Belanda itu menandatangani kontrak lima tahun di Etihad Stadium. Ia akan memperkuat lini tengah Manchester City yang ditinggal Kevin De Bruyne.
Pemain berusia 26 tahun ini menjadi gelandang dengan jumlah gol dan assist terbanyak di Serie A musim lalu. Pemain yang bergabung dengan Milan dari AZ Alkmaar pada musim panas 2023 itu mencetak 15 gol di semua kompetisi.
Barcelona saat itu sebenarnya ingin merekrutnya, namun Reijnders memilih Milan. Reijnders dan beberapa pihak menyebut, pilihannya dipengaruhi oleh sejarah panjang pemain Belanda di Milan, seperti Frank Rijkaard, Ruud Gullit, dan Marco van Basten.
Namun, bukan sekadar alasan romantis. Sebagai pemain yang cerdas dan analitis, Reijnders mencermati bahwa Barcelona tidak memiliki rencana taktis yang jelas untuknya, sementara Milan mampu menjelaskan peran yang diinginkan dengan lebih konkret.
Kini, cerita ini kembali relevan saat Reijnders hijrah ke Liga Inggris sebagai bagian dari pembangunan ulang skuad Manchester City oleh Pep Guardiola.
Beruntung bagi pemain dan klub. Kualitas Reijnders memang sesuai dengan kebutuhan City musim lalu. Ia tenang saat menguasai bola, piawai dalam mengoper maupun menggiring, dan punya kemampuan berlari tanpa bola yang memberikan dinamika penting dalam permainan.
Selama dua musim terakhir di Italia, Reijnders terus membangun reputasinya hingga akhirnya terpilih sebagai Gelandang Terbaik Serie A musim 2024/25. Meski Liga Inggris akan menjadi tantangan baru, banyak yang yakin ia bisa memberi pengaruh besar bagi Guardiola.
“Dia pemain yang teknis, kreatif, bisa mengirim umpan kunci dan mencetak gol. Sangat ideal bagi City," ujar mantan bek Man City, Michel Vonk, yang pernah melatih Reijnders di level junior di AZ Alkmaar, kepada Sky Sports.
Reijnders mengaku sangat antusias bekerja di bawah asuhan Pep Guardiola. Ia percaya sang pelatih dapat membantunya menjadi pemain yang lebih lengkap. Ia yakin masih bisa berkembang lebih jauh bersama Guardiola di City.
“Ini kesempatan besar bagi saya,” kata Reijnders dikutip dari situs resmi Man City. “Saya sudah mengikuti Pep sejak dia melatih Barcelona bersama Lionel Messi. Cara dia bermain di sana dan bagaimana dia menerapkannya di City membuat saya sangat bersemangat,” lanjutnya.
Reijnders merasa gaya bermain City sangat cocok dengan kekuatannya di lapangan. Sebagai gelandang energik yang nyaman menerima bola di ruang sempit, pemain asal Belanda ini tak sabar menguji dirinya di Liga Inggris.
“Semua orang tahu bagaimana cara Manchester City bermain secara umum, dominan di lapangan dan bermain menyerang. Itu gaya yang paling cocok dengan saya,” katanya.