Pelatih Timnas Turkiye, Vincenzo Montella, optimistis tim asuhannya mampu memberikan kejutan di Piala Dunia 2026 setelah berhasil mengakhiri penantian 24 tahun.
JAKARTA, (ERAKINI) – Pelatih Timnas Turkiye, Vincenzo Montella, optimistis tim asuhannya mampu memberikan kejutan di Piala Dunia 2026 setelah berhasil mengakhiri penantian 24 tahun untuk kembali tampil di ajang sepak bola terbesar dunia tersebut.
Mantan striker Timnas Italia itu menyebut skuad Turkiye saat ini dipenuhi pemain berbakat, memiliki semangat kebersamaan yang kuat, serta masa depan yang cerah.
"Tim ini penuh dengan talenta. Para pemain sangat kompak dan memiliki hubungan yang luar biasa. Bagi saya, merupakan kehormatan besar bisa menjadi pelatih mereka," kata Montella dalam wawancara dengan FIFA, dikutip Senin (1/6/2026).
Turkiye memastikan tiket ke Piala Dunia 2026 setelah sukses melewati babak play-off zona Eropa. Di putaran final, Turkiye akan bersaing di Grup D bersama Australia, Paraguay, dan tuan rumah Amerika Serikat.
Montella mengakui perjalanan menuju Piala Dunia tidak mudah. Namun, ia menilai mentalitas pantang menyerah yang dimiliki para pemain menjadi faktor utama keberhasilan timnya.
"Saya optimistis bisa lolos ke Piala Dunia, tetapi saya tahu itu akan sangat sulit. Tim ini tidak pernah menyerah dan itu sangat penting dalam olahraga," ujarnya.
Pelatih berusia 52 tahun tersebut juga mengenang pengalaman pribadinya saat membela Italia di Piala Dunia 2002. Meski Italia tersingkir secara kontroversial di babak 16 besar oleh tuan rumah Korea Selatan, Montella menyebut tampil di Piala Dunia merupakan impian terbesar setiap pesepak bola.
"Ketika masih kecil dan bermain sepak bola, impian terbesar saya adalah tampil di Piala Dunia. Saya berhasil mewujudkannya dan emosi itu masih terasa hingga sekarang," katanya.
Menariknya, Piala Dunia 2002 juga menjadi turnamen paling bersejarah bagi Turkiye. Saat itu, tim berjuluk Crescent Stars berhasil melaju hingga semifinal sebelum akhirnya finis di posisi ketiga, yang hingga kini masih menjadi pencapaian terbaik mereka di level internasional.
Montella mengaku memiliki ikatan emosional yang kuat dengan Turkiye sejak melatih klub Adana Demirspor. Menurutnya, budaya Turkiye memiliki banyak kesamaan dengan lingkungan tempat ia dibesarkan di dekat Naples, Italia.
"Di Turkiye, sepak bola mengalir dalam darah masyarakat. Saya merasa diterima sebagai bagian dari mereka. Ada rasa bangga yang luar biasa terhadap negara ini dan saya ingin para pemain terus membawa semangat itu di lapangan," tuturnya.
Meski percaya diri, Montella mengingatkan anak asuhnya untuk tetap membumi. Ia menilai Australia, Paraguay, dan Amerika Serikat merupakan lawan yang tidak bisa diremehkan.
"Tidak ada yang mudah di Piala Dunia. Mungkin kami tidak satu grup dengan tim seperti Spanyol atau Argentina, tetapi kualitas lawan tetap sangat tinggi. Penting untuk bermimpi, tetapi kami juga harus tetap realistis," katanya.
Montella berharap Turkiye dapat meniru semangat generasi 2002 yang mampu menjadi kuda hitam dan mencetak sejarah. Namun, menurutnya, konsistensi akan menjadi kunci untuk melangkah jauh di Piala Dunia 2026.
"Target pertama kami adalah lolos dari fase grup. Setelah itu, kami akan melihat sejauh mana kami bisa melangkah," kata Montella.