Pendapatan Ronaldo setahun terakhir melonjak fantastis menjadi USD275 juta (sekitar Rp4,52 triliun), atau Rp12,38 miliar per hari. Foto-Foto: Instagram/Getty Images
JAKARTA, (ERAKINI) - Apakah Cristiano Ronaldo layak disebut sebagai GOAT alias pemain terbaik sepanjang masa memang masih menjadi perdebatan. Namun faktanya, di usianya yang sudah 40 tahun, Ronaldo masih memimpin daftar dengan bayaran tertinggi versi Forbes 2025.
Ini untuk tahun ketiga berturut-turut dan kelima kalinya sepanjang kariernya megabintang asal Portugal ini dinobatkan sebagai atlet dengan bayaran tertinggi di dunia versi Forbes.
Dikutip dari laporan Forbesyang dirilis Kamis (15/5/2025), Ronaldo mencatatkan pendapatan fantastis sebesar USD275 juta atau sekitar Rp4,52 triliun (kurs Rp16.443) selama periode 1 Mei 2024 hingga 1 Mei 2025.
Angka tersebut mencakup gaji dan bonus dari klub Al-Nassr di Arab Saudi sebesar USD200 juta, serta pendapatan non-pertandingan, seperti sponsor, lisensi, dan bisnis pribadi sebesar USD75 juta. Jumlah ini menjadikan pendapatan tertinggi ketiga yang pernah dicatat oleh atlet aktif dalam sejarah Forbes.
Dalam daftar sepanjang masa, petinju Floyd Mayweather masih memimpin di atas Ronaldo, dengan USD300 juta pada 2015 dan USD285 juta pada 2018. Meski demikian, yang membuat pencapaian Ronaldo makin mengesankan adalah selisih mencapai USD119 juta dengan posisi kedua, yakni Stephen Curry dari Golden State Warriors yang mengantongi penghasilan USD156 juta, rekor tertinggi sepanjang sejarah NBA, melampaui LeBron James dengan nilai USD128,2 juta pada tahun sebelumnya.
Curry sendiri menjadi salah satu dari dua atlet tahun ini yang meraih lebih dari USD100 juta hanya dari luar lapangan, bersama dengan bintang dua-peran MLB Shohei Ohtani. Keduanya meraup kekayaan dari sponsor, penampilan publik, memorabilia, hingga lisensi merek.
Secara keseluruhan, 10 atlet ini menghasilkan total USD1,4 miliar, naik tipis dari USD1,38 miliar tahun lalu dan menjadi jumlah tertinggi sejak Forbes mulai membuat daftar ini pada 1990. Tahun 2025 juga menjadi kali kedua secara beruntun di mana seluruh anggota 10 besar meraih pendapatan lebih dari USD100 juta.
Empat dari 10 atlet dengan penghasilan termahal tahun ini berkarier di Arab Saudi. Hal ini menunjukkan bagaimana kerajaan Teluk itu kini menjadi pemain besar dalam lanskap olahraga global. Selain Ronaldo dan Benzema yang bermain di Saudi Pro League, Tyson Fury bertarung dua kali di Riyadh, dan Lionel Messi memiliki kontrak sponsor besar untuk mempromosikan pariwisata Arab Saudi.
Kontrak Ronaldo bersama Al-Nassr diperkirakan berakhir musim panas ini. Namun, berbagai spekulasi beredar bahwa ia mungkin memperpanjang kontraknya, atau berpindah ke klub lain dengan tawaran fantastis. Yang jelas, gaji Ronaldo mencerminkan betapa pesatnya perkembangan industri olahraga dalam satu dekade terakhir.
Pada 2016, pendapatan totalnya hanya USD88 juta. Setahun kemudian menjadi USD93 juta. Kini, angka tersebut melonjak fantastis menjadi USD275 juta atau sekitar Rp4,52 triliun. Jika dirinci lagi, Ronaldo bergaji Rp12,38 miliar per hari.
Forbesmenyusun daftar ini berdasarkan estimasi pendapatan para atlet antara 1 Mei 2024 hingga 1 Mei 2025, termasuk gaji, bonus, hadiah uang tunai, kontrak sponsor, lisensi, serta penghasilan dari bisnis di luar olahraga. Tapi angka tersebut belum dipotong pajak dan komisi agen. Berikut daftar 10 atlet dengan penghasilan tertinggi di dunia tahun 2025 versi Forbes:
Ronaldo melanjutkan dominasinya sebagai atlet dengan bayaran tertinggi di dunia berkat kontraknya yang sangat besar di Arab Saudi bersama Al-Nassr. Ia juga memiliki kesepakatan komersial besar dengan Nike, Herbalife, serta merek fashion dan gaya hidup miliknya, CR7. Terlebih, Ronaldo adalah salah satu tokoh dengan jumlah pengikut terbanyak di media sosial, yang semakin memperkuat daya tariknya bagi para sponsor.
Total Pendapatan: USD275 juta (Rp4,52 triliun) Pendapatan di Lapangan: USD225 juta Pendapatan di Luar Lapangan: USD50 juta
Usia: 40 Tahun
Cabang Olahraga: Sepak Bola
Negara Asal: Portugal
2. Stephen Curry
Curry meraih rekor baru untuk pendapatan tertinggi dalam sejarah NBA, sebagian besar berkat portofolio bisnis dan investasinya. Ia memiliki perusahaan media (Unanimous Media), kemitraan dengan Under Armour, serta sejumlah investasi yang cerdas. Ia juga menjadi ikon dalam dunia olahraga dan budaya populer.
Total Pendapatan: USD156 juta (Rp2,56 triliun) Pendapatan di Lapangan: USD56 juta Pendapatan di Luar Lapangan: USD100 juta
Usia: 37
Cabang Olahraga: Basket
Negara Asal: Amerika Serikat
3. Tyson Fury
Fury meraih pendapatan luar biasa dari dua pertarungan besar, termasuk laga perebutan gelar dunia kelas berat melawan Oleksandr Usyk di Arab Saudi. Ia juga meraup keuntungan dari berbagai kesepakatan media dan sponsor, serta reputasinya sebagai salah satu tokoh paling flamboyan di dunia olahraga.
Total Pendapatan: USD146 juta (Rp2,43 triliun) Pendapatan di Lapangan: USD140 juta Pendapatan di Luar Lapangan: USD6 juta
Usia: 36
Cabang Olahraga: Tinju
Negara Asal: Inggris
4. Dak Prescott
Quarterback Dallas Cowboys ini memanfaatkan restrukturisasi kontrak besar-besaran yang memberinya bonus penandatanganan fantastis. Selain itu, ia memiliki kontrak sponsor dengan merek seperti Sleep Number, Jordan Brand, dan lainnya. Tahun 2025 menjadi tahun tertingginya dalam hal pemasukan.
Total Pendapatan: USD137 juta (Rp2,25 triliun) Pendapatan di Lapangan: USD127 juta Pendapatan di Luar Lapangan: USD10 juta
Usia: 31
Cabang Olahraga: Football (NFL)
Negara Asal: Amerika Serikat
5. Lionel Messi
Bermain di Inter Miami, Messi mungkin tidak lagi meraih gaji sebesar masa jayanya di Eropa, namun pendapatannya dari luar lapangan tetap luar biasa. Ia memiliki kontrak besar dengan Adidas, Apple, serta keterlibatannya dalam promosi pariwisata Arab Saudi. Messi juga menjadi wajah dari beberapa proyek global dan digital.
Total Pendapatan: USD135 juta (Rp2,22 triliun) Pendapatan di Lapangan: USD60 juta Pendapatan di Luar Lapangan: USD75 juta
Usia: 37
Cabang Olahraga: Sepak Bola
Negara Asal: Argentina
6. LeBron James
Meski usianya sudah 40 tahun, LeBron tetap menjadi magnet komersial yang kuat. Pendapatan luar lapangannya mencakup investasi cerdas melalui SpringHill Company, Fenway Sports Group, dan kesepakatan besar dengan Nike serta perusahaan teknologi dan media lainnya. Ia terus mempersiapkan transisi ke dunia bisnis dan hiburan pascapensiun.
Total Pendapatan: USD133,8 juta (Rp2,198 triliun) Pendapatan di Lapangan: USD48,8 juta Pendapatan di Luar Lapangan: USD85 juta
Usia: 40
Cabang Olahraga: Basket
Negara Asal: Amerika Serikat
7. Juan Soto
Soto menjadi pemain MLB dengan pendapatan tertinggi tahun ini berkat kontrak satu tahun senilai USD31 juta dan perpanjangan kontrak masif dari New York Mets. Ia menjadi simbol generasi muda bisbol dengan potensi jangka panjang untuk mengembangkan brand pribadi.
Total Pendapatan: USD114 juta (Rp1,873 triliun) Pendapatan di Lapangan: USD109 juta Pendapatan di Luar Lapangan: USD5 juta
Usia: 26
Cabang Olahraga: Baseball (MLB)
Negara Asal: Republik Dominika
8. Karim Benzema
Benzema bergabung dengan Al-Ittihad di Saudi Pro League setelah masa panjangnya di Real Madrid. Gaji besarnya berasal dari kontrak yang didukung oleh dana kekayaan negara Arab Saudi. Meskipun popularitas globalnya tak sebesar Messi atau Ronaldo, ia tetap menjadi salah satu penyerang paling dihormati.
Total Pendapatan: USD104 juta (Rp1,71 triliun) Pendapatan di Lapangan: USD100 juta Pendapatan di Luar Lapangan: USD4 juta
Usia: 37
Cabang Olahraga: Sepak Bola
Negara Asal: Prancis
9. Shohei Ohtani
Ohtani baru saja menandatangani kontrak senilai $700 juta dengan Los Angeles Dodgers, tetapi sebagian besar bayaran ditunda hingga tahun-tahun mendatang. Sementara itu, ia meraih pendapatan fantastis dari sponsor dan hak citra, termasuk kesepakatan dengan merek seperti New Balance, Fanatics, dan banyak merek Jepang.
Total Pendapatan: USD102,5 juta (Rp1,686 triliun) Pendapatan di Lapangan: USD2,5 juta Pendapatan di Luar Lapangan: USD100 juta
Usia: 30
Cabang Olahraga: Baseball (MLB)
Negara Asal: Jepang
10. Kevin Durant
Durant mencapai puncak kariernya pada bulan Februari ketika ia menjadi pemain NBA kedelapan yang berhasil mencetak 30.000 poin di musim reguler. Namun, sisa musim itu berjalan lebih sulit, karena tim Phoenix Suns yang berharga mahal hanya finis di peringkat ke-11 di wilayah Barat, gagal lolos ke playoff. Pada bulan Agustus, ia membeli saham di tim sepak bola Prancis Paris Saint-Germain melalui dana investasi Arctos Sports Partners, dan sejak itu ia juga berinvestasi di merek pakaian olahraga Homage.
Total Pendapatan: USD101 juta (Rp1,661 triliun) Pendapatan di Lapangan: USD51,4 juta Pendapatan di Luar Lapangan: USD50 juta
Usia: 36
Cabang Olahraga: Basket
Negara Asal: Amerika Serikat.