Pertemuan ini menjadi yang ke-29 sepanjang sejarah kompetisi klub Eropa, rekor terbanyak untuk satu pasangan tim. Rivalitas panjang ini dipastikan menghadirkan tensi tinggi, dengan kedua tim sama-sama mengincar tiket semifinal.
Madrid datang dengan modal meyakinkan. Los Blancos tak terkalahkan dalam sembilan pertemuan terakhir melawan Bayern di kompetisi Eropa (tujuh menang, dua imbang), termasuk selalu lolos dalam empat duel fase gugur terakhir. Kemenangan impresif atas Manchester City di babak sebelumnya semakin mempertebal kepercayaan diri tuan rumah.
Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, menegaskan ambisi timnya. “Kami tidak memikirkan kemungkinan gagal. Hanya ada satu target: mengalahkan Bayern dan lolos,” ujarnya dilansir UEFA.com, Senin (6/4/2026). Ia juga menyebut Bayern sebagai tim paling konsisten di Eropa musim ini.
Di sisi lain, Bayern Munchen tak datang tanpa ancaman. Tim asuhan Vincent Kompany tampil tajam sepanjang musim dengan sembilan kemenangan dari sepuluh pertandingan Liga Champions. Mereka juga sudah mencetak 32 gol, hanya kalah dari Paris Saint-Germain (PSG) yang memainkan lebih banyak laga.
Produktivitas Bayern terlihat jelas saat membantai Atalanta di babak 16 besar. Dengan lini serang yang dipimpin Harry Kane, klub Jerman itu siap memberi tekanan besar kepada pertahanan Madrid.
“Kami menghadapi salah satu klub terbesar di dunia. Tapi kami juga punya kepercayaan diri,” kata Kompany.
Kekuatan Penuh Kedua Tim
Madrid mendapat kabar baik jelang laga ini. Sejumlah pemain kunci seperti Eder Militao dan Jude Bellingham telah kembali dari cedera.
Penyerang Vinicius Júnior menyebut kondisi ini membuat timnya jauh lebih kuat. “Ketika semua pemain kembali, kami menjadi lebih baik dan lebih siap,” katanya.
Sementara itu, Bayern tetap mengandalkan konsistensi permainan mereka. Harry Kane menegaskan timnya tidak akan mengubah pendekatan. “Kami akan bermain seperti biasa, menganalisis kekuatan dan kelemahan mereka, lalu memanfaatkannya,” tandasnya.
Perkiraan Susunan Pemain Real Madrid: Lunin; Eder Militao, Huijsen, Rudiger, Fran Garcia; Valverde, Tchouameni, Arda Guler, Pitarch; Mbappe, Vinicius Junior
Bayern Munchen: Neuer; Stanisic, Upamecano, Tah, Laimer; Kimmich, Pavlovic; Luis Diaz, Gnabry, Olise; Kane
Rekor dan Sejarah
Secara keseluruhan, Real Madrid masih unggul dalam rekor pertemuan. Dari 28 laga, Madrid menang 13 kali, imbang 4 kali, dan Bayern menang 11 kali,
Los Blancos juga mencetak 45 gol, berbanding 42 milik Bayern. Menariknya, Madrid selalu menyingkirkan Bayern dalam empat pertemuan fase gugur terakhir, dan setiap kali itu terjadi, mereka berujung menjadi juara Liga Champions. Terakhir, Madrid menang dramatis lewat gol telat Joselu pada musim 2023/24.