Kisah Klasik Para Pelatih Jelang Final Liga Champions Hilangkan Ketegangan
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) - Final Liga Champions PSG vs Inter Milan bukan hanya soal duel 11 lawan 11. Laga ini adalah ujian mental, ketenangan, dan seni mengelola ketegangan.
Menjelang Final Liga Champions, yang menjadi sorotan bukan hanya strategi dan performa, tapi juga bagaimana para pelatih mempersiapkan mental pemain skuadnya. Gangguan kecil, rutinitas yang konsisten, hingga video motivasi bisa menjadi penentu kemenangan.
Final Liga Champions bukan hanya soal taktik dan skill, tetapi juga tentang siapa yang mampu mengendalikan emosi di momen paling menegangkan. Dari ruang ganti yang hening hingga kejutan di detik terakhir, cerita-cerita persiapan menuju laga pamungkas ini penuh warna, bahkan kadang tak terduga.
Dikutip dari UEFA.com, Jumat (30/5/2025), salah satu kisah klasik datang dari Garry Birtles, penyerang Nottingham Forest saat final Piala Eropa 1979. Di hari pertandingan, manajer legendaris Brian Clough memaksanya mencukur janggut dengan pisau cukur pribadi sang pelatih, hanya karena tak suka tampilan tersebut. Tapi sebenarnya, Clough punya alasan tersembunyi, yakni untuk mengalihkan ketegangan sang pemain muda lewat hal sepele itu.
Pelatih-pelatih top tahu betul bahwa mempertahankan rutinitas justru membuat pemain lebih tenang. Rafa Benítez, yang membawa Liverpool juara di Istanbul 2005, menekankan pentingnya menjaga pola latihan dan suasana ruang ganti agar tetap seperti biasa. “Kalau sudah sampai final, artinya ada yang sudah kamu lakukan dengan benar,” katanya.


















