Badan Peradilan Arbitrase PSSI Resmi Diakui FIFA, Satu-satunya di Asia dan Sejajar dengan FA
Thomas Pulungan








Sementara di dunia, hanya empat negara lain selain PSSI yang telah mendapatkan pengakuan serupa, salah satunya FA ( Inggris). PSSI dalam keterangannya dikutip dari laman resminya, Jumat (10/1/2025), menyebutkan, Keputusan ini ditetapkan oleh FIFA pada 7 Januari 2025. Pengakuan tersebut diberikan sesuai dengan Prinsip-Prinsip Pengakuan FIFA untuk National Dispute Resolution Chamber.
"Proses panjang dan berliku yang dimulai dari bulan Mei 2024 tersebut akhirnya berbuah pengakuan FIFA terhadap NDRC Indonesia," tulis PSSI.
NDRC Indonesia adalah Badan Peradilan Arbitrase Nasional di bidang olahraga sepak bola asosiasi yang mempunyai kompetensi untuk menyelesaikan sengketa. Sengketa dimaksud adalah perselisihan yang timbul berdasarkan kontrak antara pemain dengan klub sepak bola atau sekolah sepak bola. Selain itu, perselisihan antara sesama klub sepak bola, atau perselisihan antara klub sepak bola dengan sekolah sepak bola.
NDRC Indonesia diakui secara resmi untuk periode empat tahun, berlaku sejak tanggal keputusan atau hingga 6 Januari 2029. Selama periode tersebut, NDRC Indonesia akan berfungsi sebagai badan penyelesaian sengketa yang diakui FIFA dalam ranah sepak bola nasional.
Proses pengakuan ini menjadi penanda penting bagi PSSI dalam menunjukkan komitmen terhadap regulasi dan standar internasional yang ditetapkan oleh FIFA.
Sebagai bagian dari proses ini, FIFA juga mengingatkan bahwa asosiasi anggota yang telah mendapatkan pengakuan wajib mengikuti prosedur yang ditetapkan dalam Prinsip-Prinsip Pengakuan.
Termasuk di antaranya adalah kewajiban mengajukan pembaruan pengakuan setelah periode empat tahun berakhir dan memberitahukan FIFA jika terdapat perubahan dalam kerangka regulasi yang telah diakui.
Saat ini, PSSI adalah satu-satunya federasi sepak bola di Asia yang berhasil mendapatkan status itu dari FIFA. Selain Indonesia, hanya empat negara lain yang telah mendapatkan pengakuan serupa, yaitu Royal Belgian Football Association (RBFA), The Football Association (The FA) dari Inggris, French Football Federation (FFF) dari Prancis, dan Football Association of Ireland (FAI) dari Republik Irlandia.
"Dengan pengakuan ini, PSSI menunjukkan bahwa sepak bola Indonesia terus berupaya untuk mengedepankan perlindungan atas kontrak pemain dan pelatih sepak bola dan juga memperkuat tata kelola yang transparan, profesional, dan sesuai dengan standar global. Dengan pengakuan dari FIFA juga juga diharapkan dapat membantu target PSSI untuk menjadikan Liga 1 menjadi nomor 2 di ASEAN dan nomor 12 di Asia," pungkasnya.


