Dua raksasa Eropa, Juventus vs Manchester City akan bentrok dalam laga pamungkas fase Grup G Piala Dunia Antarklub, Jumat (27/6/2025) dini hari pukul 02.00 WIB. Foto: FIFA.com
JAKARTA, (ERAKINI) - Dua raksasa Eropa, Juventus vs Manchester City akan bentrok dalam laga pamungkas fase Grup G Piala Dunia Antarklub 2025, Jumat (27/6) dini hari pukul 02.00 WIB. Pertandingan ini menjadi salah satu laga paling dinantikan di fase grup turnamen FIFA.
Kedua tim sudah memastikan tiket ke babak 16 besar. Laga ini hanya ajang mencari siapa yang finis sebagai juara Grup G. Juventus saat ini menempati puncak Grup G berkat keunggulan jumlah gol. Namun Manchester City yang sama-sama mengoleksi poin 6, bisa menggusur La Vecchia Signora jika meraih kemenangan.
Pertemuan ini bukan yang pertama bagi kedua tim dalam beberapa waktu terakhir. Juventus dan Manchester City sebelumnya bertemu di fase grup Liga Champions UEFA pada Desember 2024. Tim asal Italia menang 2-0 dalam laga yang kala itu menjadi momen terbaik di bawah kepemimpinan Thiago Motta.
Kondisi kedua tim saat in dalam performa terbaik, sehingga laga ini diprediksi berlangsung ketat. Kedua tim akan saling sikut demi menyegel status juara grup. Siapa pun yang keluar sebagai juara grup akan menghadapi runner-up Grup H di babak 16 besar. Sedangkan posisi kedua akan berjumpa dengan juara grup tersebut.
Maka itu, tim asuhan Pep Guardiola wajib menang jika ingin merebut puncak klasemen dan memastikan laga melawan runner-up Grup H di tempat yang sama pada Selasa, 1 Juni.
Tim yang lolos ke babak 16 besar dari Grup H masih diperebutkan Real Madrid, Salzburg, dan Al Hilal. Namun, status juara grup kemungkinan besar disegel Real Madrid.
Salzburg akan menghadapi Real Madrid pada Jumat pagi untuk menentukan status juara grup. Dan, tim yang kalah terancam tersingkir jika Al Hilal mampu mengalahkan Pachuca yang sudah dipastikan angkat koper.
Juventus Era Igor Tudor Juventus menjalani transformasi signifikan sejak kedatangan pelatih baru, Igor Tudor, menggantikan Thiago Motta pada Maret lalu. Setelah tersingkir dari babak play-off Liga Champions dan kalah di Coppa Italia, performa Juventus sempat merosot di Serie A. Namun, Tudor berhasil membangkitkan semangat tim lewat pendekatan mental dan taktik yang berbeda.
Kemenangan pertama di liga atas Genoa menjadi titik balik, diikuti dua kemenangan penting di akhir musim yang membawa Bianconeri finis di posisi keempat klasemen akhir Serie A dan memastikan tiket ke Liga Champions musim depan.
Dalam waktu persiapan menuju Piala Dunia Antarklub, Tudor menerapkan formasi tiga bek dengan dua wing-back dinamis, yakni Alberto Costa dan Andrea Cambiaso, serta trio penyerang yang memberi kebebasan kepada Kenan Yildiz untuk mengeksplorasi lini depan.
Hasilnya, sang pemain bernomor 10 tampil impresif di turnamen ini, termasuk mencetak dua gol dan memaksa satu gol bunuh diri saat melawan Al Ain.
“Kami sudah bermain sangat baik di dua pertandingan pertama. Tapi laga berikutnya akan sangat berat, jadi kami harus sepenuhnya fokus. Sejak Coach Tudor datang, kami bekerja keras dan kini mental kami sangat siap,” kata Kenan Yildiz usai pertandingan, dikutip FIFA.com.
Selain Yildiz, winger Francisco Conceiçao juga menunjukkan performa mengesankan di bawah asuhan Tudor. Ia mengaku tim kini lebih percaya diri dan siap menghadapi tantangan berikutnya.