Enzo Maresca tak ingin meniru gaya Pep Guardiola secara mentah-mentah usai resmi dipercaya menakhodai Manchester City. Ia siap mengukir era baru Man City dengan filosofi sendiri. (Foto: Eastern Eye).
JAKARTA, (ERAKINI) – Enzo Maresca menegaskan dirinya tidak akan mengikuti jejak Pep Guardiola secara mentah-mentah setelah resmi dipercaya menakhodai Manchester City. Pelatih asal Italia itu memastikan akan menghadirkan karakter permainan dan filosofi kepelatihannya sendiri, meski mengambil alih kursi yang selama satu dekade ditempati salah satu pelatih paling sukses dalam sejarah klub.
Maresca menilai setiap pelatih memiliki pendekatan, metode kerja, dan cara pandang yang berbeda terhadap sepak bola. Karena itu, ia menolak menerapkan konsep menyalin strategi pendahulunya dan memilih membangun identitas yang sesuai dengan visinya.
"Saya rasa setiap pelatih berbeda, baik dalam cara bekerja sehari-hari maupun pendekatan terhadap pertandingan. Kami akan melihat konsep apa yang perlu disesuaikan. Saya tidak percaya pada konsep copy and paste. Saya melihat sepak bola dengan cara yang berbeda dari pelatih sebelumnya," ujar Maresca, dikutip dari laman resmi klub, Sabtu (25/7/2026).
Maresca mengambil alih posisi yang ditinggalkan Guardiola setelah pelatih asal Spanyol tersebut mengakhiri kebersamaannya bersama Manchester City usai mengabdi selama 10 tahun. Dalam periode itu, Guardiola mengukir dominasi luar biasa dengan mempersembahkan enam gelar Liga Inggris, satu trofi Liga Champions, tiga Piala FA, serta satu gelar Piala Dunia Antarklub.
Bagi Maresca, Manchester City bukanlah lingkungan yang asing. Pelatih berusia 46 tahun itu pernah menjadi bagian dari staf kepelatihan Guardiola sebagai asisten pada musim 2022/2023. Pengalaman tersebut menjadi bekal berharga sebelum akhirnya dipercaya memimpin tim sebagai pelatih kepala.
Meski kini menempati posisi yang sebelumnya diisi sang mentor, Maresca mengungkapkan hubungan keduanya tetap terjalin baik. Ia mengaku masih rutin berkomunikasi dengan Guardiola sejak kepergiannya dari Stadion Etihad. "Dia pantas menikmati waktunya untuk beristirahat. Sementara, saya harus fokus menjalankan pekerjaan saya sendiri," katanya.
Maresca datang ke Manchester City dengan rekam jejak yang cukup impresif. Dalam 18 bulan membesut Chelsea, ia berhasil mempersembahkan dua trofi bergengsi, yakni Liga Conference Eropa musim 2024/2025 serta Piala Dunia Antarklub setelah menaklukkan Paris Saint-Germain di partai final.
Kini, tantangan yang jauh lebih besar menantinya di Etihad Stadium. Ekspektasi publik terhadap Manchester City selalu identik dengan perburuan gelar di setiap kompetisi yang diikuti. Kendati demikian, Maresca memilih tidak terburu-buru memikirkan hasil akhir musim.
Menurutnya, prioritas utama saat ini adalah membangun fondasi permainan yang kuat dan meningkatkan kualitas tim secara bertahap dari hari ke hari. Ia meyakini proses yang konsisten akan menjadi kunci untuk membawa Manchester City kembali bersaing di jalur juara. "Pada akhirnya, kami ingin meraih gelar. Tetapi saat ini, saya hanya fokus pada apa yang harus dilakukan hari ini," tegas Maresca.