Marcos Leonardo menjadi penentu kemenangan dramatis Al Hilal atas Manchester City pada laga babak 16 besar, Selasa (1/7/2025). Dengan hasil ini tim asuhan Simone Inzaghi itu akan kembali ke Camping World Stadium di Orlando untuk menghadapi Fluminense dalam perebutan tiket semifinal.
Bernardo Silva membuka keunggulan City lebih dulu setelah memanfaatkan bola liar. City hampir menambah keunggulan lewat Savinho, namun penyelamatan gemilang dari Yassine Bounou yang sudah terjatuh menggagalkannya.
Jika babak pertama sudah menghibur, 12 menit pertama babak kedua benar-benar kacau. Gol cepat dari Marcos Leonardo dan Malcom membawa Al Hilal unggul, sebelum Erling Haaland menyamakan kedudukan lewat skema sepak pojok. Wasit sempat menunjuk titik putih setelah Malcom dijatuhkan Ruben Dias, namun keputusan itu dibatalkan karena offside.
City terus menggempur pertahanan Al Hilal di sisa waktu, tetapi Bounou tampil luar biasa dengan beberapa penyelamatan penting. Haaland nyaris mencetak gol kemenangan di akhir waktu normal, namun Ali Lajami berhasil menyapu bola tepat di garis gawang.
Di awal perpanjangan waktu, Kalidou Koulibaly membawa Al Hilal kembali unggul lewat sundulan dari sepak pojok Ruben Neves. Namun, Phil Foden yang masuk sebagai pemain pengganti menyamakan skor dengan penyelesaian dingin.
Saat adu penalti mulai terlihat di depan mata, Ederson sempat menepis sundulan Sergej Milinkovic-Savic, tetapi Marcos Leonardo dengan cepat menyambar bola muntah untuk memastikan kejutan besar terjadi. Wakil Arab Saudi pun melaju ke babak 8 besar.
Pada laga sebelumnya, Fluminense sukses mengejutkan finalis Liga Champions UEFA Inter Milan dengan kemenangan 2-0, untuk melaju ke perempat final.
Wakil Brasil ini langsung tampil mengesankan sejak awal dan tekanan cepat mereka membuahkan hasil ketika mereka memanfaatkan kesalahan Inter untuk mencetak gol di menit ke-3.
Rene memulai serangan balik cepat dengan mengirim bola ke sisi kanan kepada Jhon Arias, yang melepaskan umpan silang dan sempat membentur kaki Alessandro Bastoni. Bola melambung melewati dua bek Inter di kotak penalti dan jatuh tepat di depan Cano, yang menanduk bola di antara kaki kiper Jan Sommer dan masuk ke gawang.
Fluminense nyaris menggandakan keunggulan pada menit ke-30. Sepakan melengkung Jhon Arias memaksa Sommer melakukan penyelamatan dengan terbang, bola muntah mengarah ke Samuel Xavier yang gagal memanfaatkan peluang karena tendangannya melebar dari tiang jauh meski gawang sudah kosong.
Inter menguasai 66 persen penguasaan bola di babak pertama, tetapi jumlah tembakan mereka sama dengan Fluminense (5). Di babak kedua, Inter meningkatkan intensitas serangan.
Pada menit ke-69, Lautaro Martinez menanduk bola ke arah Stefan de Vrij di dalam kotak penalti, namun sepakan kaki kanannya melenceng dari sasaran. Enam menit kemudian, Federico Dimarco melepaskan tendangan bebas yang juga nyaris membobol gawang, namun hanya melebar tipis di sisi kanan.
Tim asal Italia terus menekan. Pada menit ke-82, tembakan voli jarak dekat dari Salvatore Esposito memaksa kiper Fluminense melakukan penyelamatan tersulitnya. Lautaro kemudian kembali mendapat ruang di kotak penalti, tapi tembakannya hanya membentur bagian dalam tiang gawang.
Namun saat Inter semakin menekan, mereka justru kecolongan lewat serangan balik klasik pada menit ke-90+3. Sepakan kaki kiri Hercules dari luar kotak penalti menaklukkan Sommer dan memastikan tiket delapan besar bagi Fluminense.
“Kami tidak menyerah. Kami mencoba sampai akhir. Kami mencoba melakukan beberapa perubahan dalam formasi. Tapi hari ini bukan hari kami. Kami sudah mencoba yang terbaik, seperti biasa,” ujar pelatih Inter Cristian Chivu usai pertandingan, dikutip FIFA.com.
Chivu tidak menyangka Fluminense bermain dengan lima bek. Fluminense sangat terorganisir dengan blok rendah di pertahanan. Sehingga sulit bagi Inter menemukan solusi, terutama di babak pertama.
“Klub-klub Eropa merekrut pemain-pemain terbaik dunia, tapi dengan sikap dan dedikasi terhadap tim, kami berhasil bertahan,” kata Pelatih Fluminense Renato Gaucho.