Inter Milan akan menghadapi Fluminense dalam laga babak 16 besar Piala Dunia Antarklub 2025 pada Selasa (1/7) dini hari pukul 02.00 WIB. Foto: Ilustrasi/Inter/Dok
Pertandingan ini akan menjadi pertemuan kedua Inter dan Fluminense, dan pertama dalam turnamen resmi. Kedua tim hanya pernah bertemu sekali dalam sejarah, yakni dalam laga persahabatan pada 14 Juni 1961 saat tim berjuluk Tricolor melakukan tur ke Italia.
Dilansir dari laman resmi Inter, saat itu sebanyak 50.000 penonton memadati San Siro untuk menyaksikan debut rekrutan baru Inter, Luis Suarez, yang baru saja bergabung dari Barcelona. Laga tersebut berakhir imbang 1-1, dengan Waldo mencetak gol pembuka untuk tim tamu, dan Bicicli menyamakan kedudukan sepuluh menit kemudian.
Laga ini juga akan menjadi pertandingan pertama antara klub Italia dan Brasil di ajang FIFA Club World Cup, termasuk format sebelumnya. Terakhir kali tim dari kedua negara ini saling berhadapan adalah di Piala Interkontinental 1993, saat Soo Paulo mengalahkan AC Milan dengan skor 3-2. Dan, satu-satunya pertemuan Inter dengan klub Brasil dalam pertandingan kompetitif adalah saat Nerazzurri kalah 0-1 dari Santos di Piala Interkontinental pada Juni 1969.
Perjalanan Fase Grup Inter Milan memastikan tempat di babak 16 besar setelah menjadi juara Grup E. Sementara Fluminense lolos sebagai runner-up Grup F. Berstatus sebagai runner up Liga Champions Eropa musim ini, perjalanan Inter tidak lah mulus di turnamen Piala Dunia Antarklub 2025.
Pada laga pembuka di Rose Bowl Stadium, Los Angeles, CF Monterrey (Meksiko) nyaris memberikan kejutan. Tandukan Sergio Ramos membawa Monterrey unggul lebih dulu pada menit ke-25, memanfaatkan sepak pojok dari Oliver Torres. Beruntung, Inter bisa membalas lewat gol Lautaro Martinez pada menit ke-42, setelah menuntaskan umpan Carlos Augusto. Skor pun berakhir 1-1.
Di matchday kedua, Inter juga harus bersusah payah mengalahkan klub Jepang, Urawa Red Diamonds. Inter malah tertinggal terlebih dulu sejak menit 11, dan baru bisa memastikan kemenangan 2-1 setelah membalas pada menit ke-77 dan 90+2. Inter akhirnya memastikan lolos ke babak 16 besar dengan status juara Grup E, usai mengalahkan River Plate 2-0 dalam laga terakhir fase grup.
Dua gol kemenangan Inter dicetak Francesco Esposito dan Alessandro Bastoni pada babak kedua. Inter juga diuntungkan oleh kartu merah yang diterima bek River, Lucas Martinez Quarta, pada menit ke-65.
Sementara itu, Fluminense lolos ke babak 16 besar dengan status tak terkalahkan di Grup F. Tricolor mengawali turnamen dengan hasil imbang tanpa gol melawan Borussia Dortmund.
Pertandingan krusial mereka terjadi di laga kedua saat menghadapi Ulsan HD. Fluminense akhirnya berhasil menang 4-2. Setelah unggul lebih dulu lewat Arias, Fluminense sempat tertinggal 1-2 saat turun minum, namun membalikkan keadaan di babak kedua melalui gol-gol dari Nonato, Freytes, dan Keno.
Fluminense menutup fase grup dengan hasil imbang 0-0 melawan Mamelodi Sundowns. Dengan koleksi lima poin, Fluminense menunjukkan pertahanan solid dan potensi serangan yang menjanjikan. Hasil imbang lawan Mamelodi memperpanjang rekor tak terkalahkan Fluminense menjadi sembilan pertandingan di semua kompetisi.
Selain itu, klub asal Rio ini mencatatkan empat clean sheet dalam lima laga kompetitif terakhir mereka, dimana Ulsan HD menjadi satu-satunya tim yang berhasil menjebol gawang Fluminense dalam periode tersebut.
Profil Klub Fluminense merupakan salah satu klub tertua di Brasil yang didirikan pada tahun 1902. Nama mereka berasal dari kata Latin flumen (yang berarti sungai), dan kata ini kemudian diasosiasikan dengan penduduk negara bagian Rio de Janeiro.
Fluminense lolos ke Piala Dunia Antarklub setelah menjuarai Copa Libertadores musim 2023 usai mengalahkan Boca Juniors di final yang digelar di Maracana.
Gelar pertama mereka dalam sejarah itu diraih berkat gol Kennedy di babak tambahan (skor akhir 2-1). Fluminense pernah menjadi juara Brasil sebanyak empat kali, meski terakhir kali terjadi pada tahun 2012.
Fluminense juga telah memenangkan 33 gelar Campeonato Carioca (kompetisi negara bagian Rio), lima lebih sedikit dari rival abadi mereka, Flamengo. Dua gelar terakhir di Cariocao diraih pada 2022 dan 2023. Pada tahun 2024, Fluminense finis di posisi keempat namun disingkirkan Flamengo di semifinal. Sementara tahun ini mereka kembali dikalahkan Rubro-Negro di final.
Memasuki Copa Libertadores musim lalu sebagai juara bertahan, Fluminense tersingkir di perempat final oleh finalis Atletico Mineiro. Di musim ini, Fluminense menempati peringkat keenam di Brasileirao dengan 20 poin dari 11 pertandingan, dan juga memuncaki grup Copa Sudamericanadengan enam kemenangan, satu imbang, dan satu kekalahan.
Pelatih dan Skuad Fluminense kini dilatih Renato Gaucho, sosok yang tidak asing dengan sepak bola Italia, karena pernah bermain untuk AS Roma pada musim 1988/89. Ia adalah satu-satunya orang Brasil yang pernah menjuarai Copa Libertadores baik sebagai pemain maupun pelatih.
Sejak mengambil alih tim pada April 2025, Renato Gaucho kerap menerapkan formasi 4-2-3-1 yang solid. Di skuadnya, terdapat sejumlah pemain berpengalaman yang pernah berkarier di Eropa, terutama Thiago Silva yang kembali ke klub pada usia 40 tahun dan kini menjabat kapten.
Pemain penting lainnya adalah Fabio, kiper legendaris berusia 44 tahun yang telah mencatatkan lebih dari 507 clean sheet dalam 1.390 penampilan profesional, dan Jhon Arias yang terpilih sebagai Man of the Match saat menghadapi Dortmund. Arias, seorang winger cepat dan lincah, adalah salah satu senjata mematikan Flu.
Tanpa diragukan lagi, kekuatan utama Fluminense ada di lini pertahanan. Thiago Silva memimpin barisan belakang yang waspada dan agresif, mampu menutup ruang lebar dan memaksa lawan bertahan lewat sisi sayap.
Di lini tengah, Tricolor masih mengandalkan Renato Augusto dan Ganso—dua pemain yang sangat dihormati di Amerika Selatan meski kurang bersinar di Eropa. Di lini depan, mereka memiliki penyerang asal Argentina, German Cano, yang telah mencetak 14 gol musim ini. Namun, Flu kehilangan bek kiri legendaris Marcelo setelah kontraknya diputus pada November lalu.
Perkiraan Susunan Pemain
Pelatih Inter Cristian Chivu diperkirakan akan melakukan satu perubahan pada susunan pemain inti yang tampil saat melawan River Plate. Penyerang muda pencetak gol, Francesco Pio Esposito, kemungkinan akan digantikan oleh Marcus Thuram, karena mengalami kelelahan otot.
Sementara itu, pelatih Flu Renato berharap bisa kembali memainkan bek berpengalaman sekaligus kapten tim, Thiago Silva, yang sebelumnya diistirahatkan sebagai tindakan pencegahan akibat cedera otot kaki saat menghadapi Sundowns.