Kisah mualaf pemain sepak bola Nicolas Anelka yang sudah mengenal Islam sejak remaja. Foto: AFP
JAKARTA, (ERAKINI) - Kisah mualaf pemain sepak bola Nicolas Anelka menarik untuk dikupas. Nicolas Anelka merupakan salah satu pemain bola top yang pernah merumput bersama sejumlah klub besar Eropa.
Memulai karier bersama Paris Saint-Germain (1995–1997), pemain asal Prancis itu lantas bergabung dengan sejumlah klub besar, seperti Arsenal, Real Madrid, Juventus, Chelsea, Liverpool, Manchester City, dan Fenerbahçe. Di pengujung kariernya, Anelka pernah memperkuat Bolton Wanderers, Shanghai Shenhua, West Bromwich Albion, dan terakhir Mumbai City (2014–2015).
Melansir berbagai sumber, Rabu (27/3/2024), Nicolas Anelka lahir di Versailles, Prancis, pada 14 Maret 1979. Ia menghabiskan masa kecil di Trappes, sebuah kota yang terletak di pinggiran Barat Kota Paris.
Sebelum masuk Islam, Anelka merupakan penganut atheis alias tidak percaya adanya Tuhan. Ia bukan Kristen seperti diperkirakan banyak orang.
Tetapi, walaupun seorang atheis, Anelka banyak bergaul dengan teman-temanya sesama imigran dari Aljazair yang beragama Islam. Dari situ lah Anelka mulai tertarik dengan Islam.
“Saya menjadi (tertarik) Muslim sejak berusia 16 tahun,” curhatnya dalam wawancara dengan majalah berbahasa Arab, Super Magazine.
Anelka juga mengaku sudah terbiasa dengan Islam sejak remaja, termasuk berpuasa Ramadhan. "Jauh sebelum mualaf, saya biasa berpuasa saat Ramadhan. Itu saya lakukan untuk menghormati teman-teman Muslim,” katanya.
Kendati sudah beragama Islam, namun Anelka selama aktif menjadi pemain bola profesional awalnya menyembunyikannya di lapangan hijau. Berbeda dengan beberapa rekannya pemain Muslim yang selalu berdoa saat pertandingan dimulai. Tapi Anelka hanya diam dan menyembunyikan sepenuhnya identitas Muslimnya.
“Bagi saya, agama adalah urusan pribadi, tidak perlu diungkapkan ke publik,” sebutnya.
Namun ketika masyarakat sudah mulai mengetahui identitasnya sebagai penganut agama Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam (SAW), Nicolas Anelka terlihat lebih arif dan bijaksana. Anelka dikenal dingin, tidak mudah meledak, dan tidak suka ngambek sejak bermain di Chelsea.
Apa yang terjadi dengan Anelka? Apa yang menyebabkan dia lebih bijaksana dan tenang itu? Itulah beberapa pertanyaan yang muncul dalam wawancaranya dengan media di Inggris. Anelka pun menjawab enteng.
“Islam banyak membantu saya untuk menjadi tenang dan konsentrasi, serta memiliki semangat kerja yang tinggi. Saya senang menjadi seorang Muslim, agama yang damai, dan saya belajar banyak dari Islam,” katanya.
Lantas sejak kapan Anelka masuk Islam? Rupanya, dengan pindahnya ke klub Turki, Fenerbahce, setelah bermain di Manchester City selama tiga musim, pada tahun 2004 Anelka mendapatkan hidayah untuk memeluk Islam.
Oleh karena itu, pemilik nama lengkap Nicolas Sebastien Anelka itu mengumumkan secara resmi tentang perpindahan dirinya menjadi seorang Muslim.
Kepada pembaca majalah FourFourTwo, pemain asal Perancis mengungkap alasan memilih Islam. Kata dia, Islam adalah cara hidup yang cocok untuknya.
“Saya merasa nyaman dan tenang dengan agama dan kehidupan saya saat ini. Tapi ini adalah masalah pribadi, dan itulah sebabnya saya tidak selalu sering membicarakan hal itu. Itu adalah sisi pribadi saya,” tukasnya.
Dengan memeluk Islam, pemain yang berposisi sebagai striker ini mengaku membawa banyak perubahan positif dalam hidupnya. Agama Islam menuntunnya untuk bertindak bijak, dan hal inilah yang melatarbelakangi sikapnya yang pendiam saat bertanding di lapangan.
Dalam wawancara yang dimuat di Match, majalah terbitan Perancis, Anelka mengungkapkan bahwa Islam merupakan sumber kekuatan di dalam dan di luar lapangan. “Saya memiliki karier yang sulit. Saya kemudian memutuskan untuk mencari kedamaian dan akhirnya saya menemukan Islam,” katanya.
Dalam kehidupan pribadinya, Anelka menikah dengan wanita Belgia bernama Barbara Tausia, pada 9 Juni 2007 di Marrakesh, Maroko. Pernikahannya dengan wanita berprofesi sebagai koreografer tidak membuat Anelka memilih meninggalkan keyakinannya. Ia hingga kini masih teguh dengan ajaran Muslim.