Pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert menyadari tekanan besar yang dihadapi timnya jelang lawan Irak. Namun, ia menegaskan para pemain siap bertarung habis-habisan. Foto: AFC
JEDDAH, (ERAKINI) – Timnas Indonesia akan menghadapi laga krusial kontra Irak pada penyisihan Grup B Putaran Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Kekalahan 2–3 dari Arab Saudi pada laga pertama membuat skuad Garuda tak punya pilihan selain menang.
Laga Indonesia vs Irak ini akan berlangsung di Stadion King Abdullah Sports City Hall, Jeddah, Arab Saudi, Sabtu pukul 22.30 waktu setempat atau Minggu dini hari pukul 02.30 WIB. Bagi Indonesia, pertandingan ini menjadi laga hidup-mati.
Indonesia masih bisa menjaga peluang melangkah ke fase berikutnya asalkan mampu menaklukkan Irak. Bahkan, jika Indonesi menang dengan selisih 2 gol, dan Irak menang selisih 1 gol pada laga terakhir melawan Arab Saudi, maka Garuda lolos otomatis ke Piala Dunia 2026.
Jadi, laga ini sekaligus menjadi kesempatan bagi skuad Merah Putih untuk mengakhiri penantian panjang sejak terakhir kali tampil di ajang Piala Dunia 1938, ketika masih bernama Hindia Belanda. FIFA mengakui bahwa Piala Dunia 1938 termasuk dalam sejarah Indonesia.
Pelatih Timnas IndonesiaPatrick Kluivert menyadari tekanan besar yang dihadapi timnya jelang lawan Irak. Namun, ia menegaskan para pemain siap bertarung habis-habisan.
“Tim Irak harus kami hormati. Dalam pertemuan sebelumnya mereka meraih hasil bagus melawan kami, tapi situasinya sekarang berbeda. Kami harus menang, itu satu-satunya hal yang perlu kami lakukan,” tegas Kluivert dalam konferensi pers jelang laga di Jeddah, Jumat (10/10) dikutip dari laman resmi AFC.
“Ini akan sangat sulit, tapi kami adalah bangsa yang pemberani. Kami punya tim yang solid, saling mendukung satu sama lain, dan kami harus menunjukkan itu di lapangan,” tambahnya.
Kluivert juga memuji semangat para pemainnya saat menghadapi Arab Saudi, meski kalah secara dramatis. “Kami bermain bagus di laga sebelumnya dan akan melanjutkan performa itu. Kami tahu para suporter mendukung kami sepenuhnya, dan kami harus berjuang untuk mereka karena kami mewakili negara besar,” kata pelatih asal Belanda tersebut.
Sementara itu, Irak juga berambisi kembali tampil di panggung dunia setelah terakhir kali berlaga di Piala Dunia 1986 di Meksiko. Pelatih Irak, Graham Arnold, menegaskan timnya datang dengan tekad kuat untuk meraih kemenangan.
Kemenangan di ajang King Cup atas Thailand pada September lalu menjadi modal positif bagi skuad The Lions of Mesopotamia. “Kami sangat antusias menantikan pertandingan besok malam. Kualifikasi Piala Dunia jelas sangat penting, dan rasanya kami sudah menunggu lama untuk momen ini. Tapi sekarang kami sudah benar-benar siap,” ujar Arnold.
“Kalau saya harus memberi nilai untuk tim ini dari skala 1 sampai 10, maka nilainya 10. Disiplin para pemain luar biasa. Semua pemain juga aktif bermain di klub masing-masing, dan kondisi fisik mereka jauh lebih baik dibanding empat bulan lalu saat saya mulai menangani tim,” tambahnya.
Arnold berharap trio andalannya, Mohanad Ali, Ali Jasim, dan Aymen Hussein, bisa kembali tampil tajam seperti pada laga sebelumnya.
Dengan Arab Saudi sudah memimpin klasemen setelah menang atas Indonesia di laga pembuka, Irak juga wajib meraih kemenangan untuk menjaga peluang bersaing di Grup B.