Duo bintang Prancis, yakni Ousmane Dembele (PSG) dan Kylian Mbappe (Real Madrid) akan saling berhadapan di semifinal Piala Dunia Antarklub 2025, Kamis dini hari. Foto: FIFA.com
JAKARTA, (ERAKINI) - Laga semifinal kedua Piala Dunia Antarklub 2025 akan menyajikan pertarungan raksasa antara sang jawara Eropa Paris Saint-Germain (PSG) vs Real Madrid yang sudah sarat pengalaman di panggung dunia. Pemenang laga ini sudah ditunggu Chelsea di final setelah mengalahkan Fluminense di .
PSG melaju ke semifinal setelah menundukkan Bayern Munchen di perempat final (2-0) dan menggulung Inter Miami di babak 16 besar (4-0). Sebelumnya, Tim asal Prancis ini finis sebagai pemuncak Grup B dengan dua kemenangan atas Atletico Madrid dan Seattle, serta satu kekalahan atas Botafogo.
Namun, tiket semifinal harus dibayar mahal. Dua bek andalan, Willian Pacho dan Lucas Hernandez, diganjar kartu merah sehingga dipastikan absen saat menghadapi Real Madrid.
Namun, meski kehilangan dua pilar lini belakang, pelatih Luis Enrique mendapat kabar positif. Ousmane Dembele akhirnya mencetak gol pertamanya untuk PSG di turnamen ini dan berpeluang menjadi starter setelah dua laga sebelumnya selalu masuk sebagai pemain pengganti.
Sementara di kubu lawan, Real Madrid datang ke turnamen ini dengan status unggulan. Tim besutan Xabi Alonso masih belum tersentuh kekalahan. El Real meraih dua kemenangan di babak penyisiha grup kontra Pachuca dan Salzburg, serta satu hasil imbang pada laga debut melawan Al Hilal.
Di babak 16 besar Los Blancos menyingkirkan raksasa italia Juventus dengan skor tipis 1-0, dan menekuk Borussia Dortmund dengan skor dramatis 3-2 di babak perempat final.
Namun, kini pelatih Xabi Alonso sedang dilanda dilema dan harus membuat keputusan sulit untuk lini depannya. Kylian Mbappe, yang baru mencetak gol perdananya di turnamen ini saat melawan Borussia Dortmund, tentu sangat termotivasi untuk tampil menghadapi mantan klubnya, PSG.
Tapi di saat yang sama, Gonzalo Garcia, lulusan akademi Madrid berusia 21 tahun, tampil begitu menonjol. Dengan empat gol, ia menjadi top skor sementara turnamen dan selalu terlibat dalam proses gol timnya.
Sayangnya, Madrid harus kehilangan Dean Huijsen, rekrutan anyar yang tampil impresif namun diganjar kartu merah saat melawan Dortmund. Absennya Huijsen membuat Madrid kehilangan satu senjata penting di lini belakang.
Secara statistik, dalam 12 pertemuan resmi sebelumnya, rekor Madrid masih sedikit lebih unggul dengan 5 kemenangan, 3 imbang, dan 4 kekalahan. Namun, kali ini kondisi PSG sudah berbeda yang baru saja menyegel trofi Liga Champions Eropa perdana usai melibas Inter Milan di final dengan skor telak 5-0.
"Melawan Real Madrid selalu jadi laga spesial, tidak diragukan lagi. Kami senang bisa tampil di pertandingan seperti ini, karena itu berarti kami sudah bekerja dengan baik. Ini semifinal yang sangat memotivasi, kami semua siap untuk merebut tiket ke final," ujar Pelatih PSG Luis Enrique kepada PSG TV dan media jelang pertandingan.
Menurut dia banyak yang bikin laga ini istimewa. Tetapi kesempatan main di final dunia adalah yang utama. Maka itu, fokus tim hanya pada pertandingan ini. "Kami sedang dalam performa bagus. Saya tidak tahu siapa yang lebih diunggulkan, tapi saya yakin ini akan jadi pertandingan yang sangat bagus," ucapnya.
Ia mengakui sulit menganalisis kekuatan Real Madrid saat ini, karena Xabi Alonso baru memulai pekerjaannya. "Saya sudah dua tahun di PSG, sedangkan dia baru memulai di Madrid. Situasi kami sangat berbeda, tapi yang pasti, ini akan jadi laga yang luar biasa," pungkasnya.