Laga superpanas segera tersaji di Riyadh Air Metropolitano, saat Atletico Madrid menjamu Inter Milan pada matchday 5 fase Liga Champions Eropa, Kamis (27/11/2025) dini hari. Foto: Atletico Madrid
MADRID, (ERAKINI) – Laga superpanas segera tersaji di Riyadh Air Metropolitano, saat Atletico Madrid menjamu Inter Milan pada matchday 5 fase Liga Champions Eropa, Kamis (27/11/2025) dini hari. Lag ini kick off pukul 03.00 dan dapat disaksikan melalui di .
Laga ini sarat sejarah panjang, emosi, dan tensi tinggi. Inter datang sebagai salah satu tim paling solid musim ini. Runner-up Liga Champions musim lalu itu menjadi satu dari hanya tiga klub yang berhasil menyapu bersih empat laga awal kompetisi. Inter sukses menaklukkan Ajax 2-0, Slavia Praha 3-0, Union SG 4-0, dan Kairat Almaty 2-1. Konsistensi tersebut membuat Inter berstatus favorit di laga kali ini.
Namun, secara historis, keunggulan justru berpihak pada Atletico. Tim asuhan Diego Simeone itu baru saja menang 3-1 atas Union SG berkat gol Julian Álvarez, Gallagher, dan Llorente, sekaligus mempertahankan tren positif kala berhadapan dengan Inter.
Memori 2024
Para fans Atletico tentu masih jelas mengingat duel dramatis babak 16 besar Liga Champions 2024. Saat itu, Los Rojiblancos sukses menyingkirkan Inter lewat adu penalti di leg kedua.
Setelah kalah 1-0 di Giuseppe Meazza, Atletico membalas melalui gol Antoine Griezmann dan Memphis Depay, sebelum Jan Oblak menjadi pahlawan dengan menepis dua penalti dalam drama adu tos-tosan.
Inter juga pernah merasakan pedihnya kekalahan melawan Atletico di Piala Super UEFA 2010, ketika gol Reyes dan Sergio Aguero memastikan kemenangan 2-0 untuk klub Spanyol tersebut.
Pertemuan Terkini
Musim ini, kedua klub telah bersua dalam laga persahabatan di Libya pada Oktober lalu. Pertandingan berakhir imbang 1-1 di waktu normal, namun Atletico kembali keluar sebagai pemenang lewat adu penalti. Carlos Martín menjadi pencetak gol, sementara kiper Juan Musso tampil gemilang dengan menggagalkan penalti Luis Henrique dan Francesco Acerbi.
Pertandingan ini juga memiliki makna emosional bagi pelatih Diego Pablo Simeone. Sang entrenador merupakan salah satu legenda Inter, dan pertemuannya dengan mantan klub selalu membawa nuansa sentimental tersendiri.
Tidak hanya Simeone, sejumlah pemain lain sepanjang sejarah juga pernah mengenakan kedua seragam tersebut. Jejak itu pertama kali dimulai ikon Joaquin Peiro pada 1964, dan terus berlanjut hingga era modern.
Dengan sejarah panjang, tensi tinggi, serta performa impresif kedua tim, laga Atletico Madrid vs Inter Milan ini diprediksi menjadi salah satu duel tersengit di fase liga Liga Champions malam ini. Fans pun menantikan apakah Inter dapat mempertahankan rekor sempurna, atau justru Atletico kembali menunjukkan dominasi historis mereka atas Nerazzurri.