Tunggal bulu tangkis Indonesia dipastikan mengunci gelar juara All England Open 2024 setelah Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie sama-sama melaju ke babak final. Foto: PBSI
JAKARTA, (ERAKINI) - Tunggal bulu tangkis Indonesia dipastikan mengunci gelar juara All England Open 2024 setelah Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie sama-sama melaju ke babak final. Ini merupakan kali pertama dalam 30 tahun terakhir final tunggal putra mempertemukan dua pemain Indonesia di turnamen tertua dunia itu.
Terakhir kali laga All Indonesian Final terjadi pada All England Open 1994 saat Hariyanto Arbi berhadapan dengan Ardy Bernardus Wiranata. Dengan pencapaian ini maka Indonesia untuk pertama kalinya memiliki juara All England Open dari sektor tunggal putra. Terakhir kali gelar itu diraih oleh Hariyanto Arbi secara beruntun pada tahun 1993 dan 1994.
Anthony Ginting suskes mengakhiri 22 tahun penantian Indonesia untuk menempatkan wakil tunggal putra dalam babak final All England Open, Sabtu (16/3/2024) malam. Gintung mengakhiri perlawanan wakil Prancis Christo Popov melalui rubber game 19-21, 21-5, 21-11 dalam tempo 1 jam 15 menit.
Ginting merupakan tunggal putra Indonesia pertama yang menginjakkan kaki di arena final turnamen bulu tangkis tertua di dunia itu sejak Budi Santoso pada 2002. Saat itu, Budi Santoso keluar sebagai runner up setelah takluk dari Chen Hong dari China pada babak pamungkas.
Harapan Ginting agar All Indonesian Final tercipta dalam All England Open 2024 pun terwujud. Jonatan sukses melangkah ke babak pamungkas setelah mengunci kemenangan atas wakil India Lakshya Sen, Minggu (17/3/2024) dini hari. Pada partai semifinal itu Jojo menang melalui rubber game dengan skor 21-12, 10-21, 21-15 dalam tempo 1 jam 7 menit.
Jojo mengatakan, All Indonesian Final di All England Open 2024 merupakan buah dari upaya maksimal dan solid yang dilakukan terus menerus dari pemain, pelatih, dan tim.
“Puji Tuhan, semua ini berkat kemurahan dan kebaikan Tuhan kepada saya, Ginting, tim tunggal putra dan tim Indonesia juga,” kata Jonatan dikutip dari keterangan PP PBSI, Minggu (17/3/2024).
“Mungkin tidak ada yang mengira dengan beberapa hasil turnamen belakangan yang naik turun tapi kita selalu berusaha semaksimal mungkin, kekurangan apa kita perbaiki, kita bangun chemistry dan kita coba lebih solid,” lanjut Jojo.
Mengenai jalannya pertandingan, tunggal putra peringkat sembilan dunia itu mengaku bahwa lawan mampu bermain baik di gim kedua dengan mengubah strategi untuk bermain lebih cepat, sehingga ia kurang mengantisipasi dengan baik.
"Di gim penentuan saya sudah tahan-tahan saja dengan rally, tidak mau terpancing bermain cepat. Juga bagaimana merapatkan pertahanan. Saya berjuang saja karena hasil Tuhan sudah menentukan jadi yang saya pikirkan hanya melakukan yang terbaik," pungkasnya.