Empat tim tersisa akan menuntaskan laga semifinal Liga Europa, Jumat (9/5/2025) dini hari. Jadwal pertandingan leg kedua ini kick off bersamaan pada pukul 02.00 WIB. Foto: uefa.com
JAKARTA, (ERAKINI) - Empat tim tersisa akan menuntaskan laga semifinal Liga Europa, Jumat (9/5/2025) dini hari. Jadwal pertandingan leg kedua ini kick off bersamaan pada pukul 02.00 WIB.
Keempat tim masih mengusung misi tampil di partai puncak di Bilbao pada 21 Mei mendatang. Tottenham Hotspur dan () yang unggul agregat tetap wajib siaga 1. Drama dan kejutan bisa saja terjadi dalam laga panas leg kedua semifinal ini.
Berikut preview pertandingan leg kedua semifinal Liga Europa musim 2024/25, dilansir uefa.com, Kamis (8/5):
Bodo/Glimt vs Tottenham Hotspur (Agregat 1-3)
Kejutan sempat terjadi di leg pertama. Spurs unggul 3-0 hingga menit ke-83 dan seakan mengunci tiket ke final. Tapi gol telat dari Ulrik Saltnes memberi napas baru bagi Bodo/Glimt.
Klub asal Norwegia ini kini kembali ke markas mereka yang terkenal angker, Aspmyra Stadion. Mereka siap berjuang dengan optimisme tinggi. “Gol itu mengubah segalanya. Dari yang awalnya seperti tamat, kami sekarang punya harapan,” ujar sang pelatih Kjetil Knutsen.
Dengan kembalinya tiga pilar penting tim, yakni kapten Patrick Berg, Hakon Evjen, dan Andreas Helmersen, Bodo siap memberi kejutan. Bodo memang dikenal memiliki skuad yang tidak pernah menyerah. Apalagi di turnamen ini mereka sudah mengalahkan Maccabi Tel-Aviv, Twente, Olympiacos, dan Lazio di kandang dengan selisih dua gol atau lebih. Jadi, Bodo tetap optimistis bisa mengejar defisit 2 gol.
Namun, Spurs juga jelas tidak ingin kecolongan. Meski unggul agregat, pelatih Ange Postecoglou tetap waspada. “Skor memang berpihak pada kami, tapi kami belum lolos. Kami harus bermain 100 persen di kandang lawan,” katanya.
Spurs tetap menjadi favorit kuat untuk lolos ke final pertama mereka di kompetisi ini sejak menjuarai UEFA Cup 1984. Kendati demikian, Spurs tetap perlu belajar dari pengalaman masa lalu.
Dalam 14 tahun sejarah Europa League, hanya sembilan kali tim berhasil membalikkan ketertinggalan dua gol di leg pertama untuk lolos, dan Spurs pernah jadi korban ketika kalah agregat 3-2 dari Dinamo Zagreb di babak 16 besar musim 2020/21 setelah menang 2-0 di leg pertama.
Manchester United vs Athletic Bilbao (Agregat 3-0): Manchester United tampil luar biasa di San Mames, tempat final Liga Europa musim ini. Bruno Fernandes menjadi bintang dengan dua gol. Setan Merah hanya butuh mempertahankan keunggulan untuk mencapai final kedua mereka di kompetisi ini.
Meski demikian, pelatih Ruben Amorim mengingatkan timnya untuk tidak jemawa. “Kita pernah melihat segalanya bisa berubah dalam satu pertandingan,” ucapnya.
Sejarah mencatat hanya sekali ada tim yang bisa membalikkan defisit tiga gol. Athletic Bilbao akan mencoba jadi yang kedua. Meski sedang dihantam badai cedera (Inaki & Nico Williams serta Oihan Sancet absen), pemain belakang Yeray Álvarez tetap optimistis. “Kami datang dengan kepercayaan diri. Tidak ada yang mustahil dalam sepak bola,” tandasnya.
Jadi, apakah Bodo akan menulis dongeng baru di Eropa? Atau Athletic Bilbao menciptakan mukjizat di Old Trafford? Ataukah all England final terjadi, Spurs dan United? Menarik untuk ditunggu.