Pertemuan Barcelona vs PSG pada matchday kedua fase liga Liga Champions UEFA pada Kamis dini hari dipastikan penuh daya tarik dari berbagai sisi. Foto: Ilustrasi
JAKARTA, (ERAKINI) - Setelah dua musim terakhir berjuang di Liga Europa UEFA, Barcelona kini kembali mantap ke panggung utama Eropa. Pertemuan melawan Paris Saint-Germain (PSG) pada matchday kedua fase liga Liga Champions UEFA dini hari nanti dipastikan penuh daya tarik dari berbagai sisi.
Barcelona baru saja bangkit lewat comeback dramatis di La Liga, atas Real Sociedad di kandang sendiri. Blaugrana kini bersiap melanjutkan kiprah di , juga di Estadi Olimpic, pada Kamis (2/10) pukul 02.00 WIB.
Laga ini adalah duel antara dua tim yang sama-sama berpeluang besar melaju ke final akbar di Budapest, Mei mendatang. Barcelona dengan lima gelar, selalu menjadi favorit dalam perebutan trofi 'si kuping besar'.
Sementara PSG adalah juara bertahan setelah akhirnya menaklukkan Eropa untuk pertama kalinya dengan kemenangan spektakuler 5-0 atas Inter Milan pada musim panas lalu. Juara 11 dari 13 edisi terakhir Ligue 1 ini juga berhasil mencapai final Piala Dunia Antarklub 2025 (kalah dari Chelsea). Namun, PSG sukses menundukkan Tottenham Hotspur untuk merebut Piala Super Eropa.
PSG saat ini berada di posisi puncak klasemen Ligue 1, unggul selisih gol atas Lyon. PSG mengoleksi 15 poin dari 6 laga. Satu-satunya kekalahan awal musim ini datang di Le Classique melawan Marseille beberapa pekan lalu.
Di Liga Champions, baik Barca maupun PSG sama-sama memulai dengan kemenangan meyakinkan. Barcelona mengalahkan Newcastle 2-1 di Inggris berkat dua gol Marcus Rashford. Sementara PSG melumat Atalanta 4-0 di Paris lewat gol Marquinhos, Khvicha Kvaratskhelia, Nuno Mendes, dan Gonçalo Ramos.
Head to Head
Pertemuan ini merupakan salah satu rivalitas paling menarik di sepak bola Eropa beberapa tahun terakhir. Penggemar Barca tidak akan lupa malam luar biasa tahun 2017 ketika timnya berhasil melakukan hal yang tampaknya mustahil, yakni bangkit dari kekalahan 0-4 di Paris dengan kemenangan 6-1 pada leg kedua.
Gol di detik terakhir dari Sergi Roberto kini terukir dalam folklore Blaugrana. Namun PSG sudah lebih dari membalas dendam. Pada 2021, mereka datang ke Camp Nou dan menang telak 4-1, tanpa ada keajaiban balasan dari Barca.
Pada musim 2023–2024, klub Catalan tersingkir dari UCL oleh PSG setelah perempat final yang dikenang. Barca sempat unggul setelah menang 3-2 di Parc des Princes, tetapi kemudian hancur dengan kekalahan 1-4 di leg kedua, mengakhiri perjalanan mereka di Liga Champions.
Pada musim lalu, Barca menjadi salah satu favorit untuk merebut gelar, namun perjalanan mereka menuju final terhenti dengan kejam oleh Inter Milan lewat kekalahan agregat tipis 6-7.
Sementara itu, PSG memasuki dimensi baru sejak perempat final pada April 2024. Setelah finis sebagai semifinalis, Les Parisiens mencatat sejarah musim lalu dengan menjuarai Liga Champions untuk pertama kalinya lewat kemenangan telak 5-0 atas Inter Milan. Mereka pun membuktikan statusnya sebagai juara bertahan Eropa pada laga pembuka musim ini dengan melumat Atalanta 4-0 di Parc des Princes.
Datang lebih awal di fase liga dari format baru ini, laga dini hari nanti memang tidak membawa urgensi hidup-mati seperti duel babak gugur, tetapi menjadi kesempatan emas bagi kedua tim untuk mengukur kekuatan masing-masing, sekaligus tontonan istimewa bagi para penggemar.
Fakta Menarik:
1. Barcelona hanya kalah sekali dalam 12 laga kandang terakhir di Liga Champions (9 menang, 2 imbang), dan kekalahan itu terjadi melawan PSG pada April 2024 (1-4).
2. Blaugrana hanya memenangkan 2 dari 6 pertandingan terakhir melawan klub Prancis di Liga Champions (1 imbang, 3 kalah).
3. PSG memenangi 4 laga terakhir di Liga Champions, mencetak 12 gol dan hanya kebobolan satu.
4. PSG berpeluang menjadi tim pertama yang tiga kali menang tandang atas Barca di kompetisi Eropa.
5. Laga ini akan menjadi penampilan ke-24 Lamine Yamal di Liga Champions, menjadikannya pemegang rekor penampilan terbanyak di kompetisi ini sebelum usia 19 tahun. Menariknya, pemegang rekor sebelumnya adalah Warren Zaire-Emery, yang kini bermain untuk PSG.
6. Sebagai tim, Barca juga bisa mencetak sejarah. Pada Minggu lalu mereka menyamai rekor sepanjang masa dengan 44 laga beruntun selalu mencetak gol di semua ajang, rekor yang bertahan sejak 1940-an. Jika mencetak gol lagi, Barca bisa kembali memecahkan rekor baru.
Kondisi Tim
Dilansir laman resmi Barcelona, Lamine Yamal dan Alejandro Balde sudah kembali bugar. Namun Hansi Flick masih harus kehilangan Marc-Andre ter Stegen, Gavi, Joan Garcia, Fermin Lopez, dan Raphinha. Meski begitu, kemenangan di La Liga akhir pekan lalu menunjukkan bahwa Flick masih memiliki cukup opsi pengganti.
Dani Olmo diperkirakan akan menjadi playmaker. Mantan pemain Leipzig itu mendapat keuntungan karena pesaing utamanya sekaligus rekan setim di timnas, Fermin López, absen akibat cedera. Lamine Yamal akan mengisi sayap kanan. Dengan torehan 2 gol dan 4 assist hanya dalam empat laga sejak awal musim, pemain bernomor 10 ini akan menjadi salah satu ancaman utama tuan rumah di lini depan.
Ia bukan satu-satunya, karena Marcus Rashford (2 gol, 4 assist) kemungkinan besar akan mengisi sayap kiri. Dipinjam dari Manchester United, pemain asal Inggris itu tampaknya telah beradaptasi sempurna dengan rencana permainan sang pelatih Jerman.
Sementara itu, mantan pemain Rennes, Raphinha, yang tampil luar biasa di pentas Eropa musim lalu, dipastikan absen, memberi peluang bagi Roony Bardghji untuk tampil dan menambah menit bermain. Di lini serang, tentu saja ada Robert Lewandowski yang tak tergantikan. Striker berusia 37 tahun itu sudah mencetak 4 gol dalam 7 pertandingan musim ini.
Di sisi lain, kondisi Luis Enrique cukup berat, dengan absennya sejumlah bintang. Lini depan PSG yang biasanya dimotori pemain yang baru saja meraih Ballon d’Or, yakni Ousmane Dembele, tidak bisa tampil. Padahal Dembele sangat mengenal Barcelona setelah tampil 127 kali dalam balutan blaugrana antara 2017 hingga 2023. Sayangnya, ia tak bisa tampil menghadapi mantan rekan-rekannya karena cedera hamstring.
Selain Dembele, Les Rouge et Bleu juga diperkirakan tak bisa diperkuat oleh Desire Doue, Joao Neves, Fabian Ruiz, dan sang kapten Marquinhos. Lebih parah lagi, kemenangan atas Auxerre akhir pekan lalu harus dibayar mahal. Vitinha yang finis di posisi ketiga Ballon d’Or, serta winger Georgia Kvaratskhelia sama-sama cedera, dan diragukan tampil.