Selain itu, Rizki juga sekaligus mencatatkan namanya sebagai pemegang Olympic Record untuk clean and jerk dengan angkatan 199 kg. Ia juga melewati rekor Susi Susanti sebagai atlet termuda Indonesia peraih medali emas di Olimpiade. Lifter kelahiran 17 Juni 2003 itu saat ini baru berusia 21 tahun 1 bulan.
Rizki juga memiliki prestasi di pentas internasional sebelumnya, dengan meraih medali perak dan emas pada debutnya di World Championship 2022. Lifter asal Serang, Banten ini merupakan pemegang world record untuk angkatan total 365 kg pada World Cup 2024 di Phuket, Thailand
"Alhamdulillah saya sangat bersyukur kepada Allah SWT bisa buat sejarah medali emas pertama untuk angkat besi di Olimpiade. Ini untuk angkat besi Indonesia. Terima kasih semua yang membantu dan memberikan support," kata Rizki Juniansyah dalam keterangan resmi Komite Olimpiade Indonesia (NOC), Jumat (9/8/2024).
Salah satu mood boster Rizki adalah dihadirkannya keluarga di Paris. CdM Anindya Bakrie lansung menerbangkan Sang Ibu Yeni Rohaeni Durachim dan kakaknya Riska Anjani Yasin.
Momen haru pun tersaji ketika Rizki mencium dan mencuci kaki ibunya sebelum bertanding. Ini merupakan kebiasaan yang dilakukannya untuk mendapatkan keberkahan.
"Kehadiran keluarga dan ibu adalah support nomor satu. Saya ada dalam rahim mama, mama yang terbaik. Setiap kali saya mencium kaki dan mencuci kaki mama serta meminumnya, Alhamdulillah selalu berkah," ungkap Rizki.
Dalam pertandinghan itu, Rizki memulai dengan gagal pada angkatan snatch pertama di berat 155 kg, namun berhasil pada percobaan kedua dengan beban yang sama. Ia kemudian mencoba mengangkat 162 kg di snatch terakhir, tetapi gagal.
Pada clean and jerk, Rizki tampil impresif dengan angkatan pertama 191 kg dan kemudian meningkatkan beban angkatannya menjadi 199 kg di percobaan kedua, yang menjadi rekor Olimpiade. Total angkatannya mencapai 354 kg.
"Terima kasih atas doa dan dukungannya, hingga akhirnya semua berujung manis. Saya bangga pada mereka, Rizki dan Veddriq," ujar CdM Tim Indonesia untuk Olimpiade, Anindya Bakrie.
Menurutnya, apa yang dilakukan para atlet adalah hasil kerja keras, dedikasi, dan komitmen untuk memberikan yang terbaik kepada Merah Putih, hingga lagu Indonesia Raya berkumandang dua kali di Olimpiade Paris 2024.
"Terima kasih kepada semua pihak yang membantu, ini adalah kerja tim yang luar biasa," katanya.