Barcelona dihadapkan pada misi berat saat bertandang ke markas Atletico Madrid pada leg kedua perempat final Liga Champions Eropa, Rabu (15/4/2026) dini hari. Foto: Barcelona
JAKARTA, (ERAKINI) –Barcelona dihadapkan pada misi berat saat bertandang ke markas Atletico Madrid pada leg kedua perempat final Liga Champions Eropa, Rabu (15/4/2026) dini hari. Laga krusial ini kick-off pukul 02.00 WIB dan dapat disaksikan melalui live streming di .
Sepanjang sejarah, Barcelona dikenal sebagai tim yang kerap menghadirkan kebangkitan dramatis. Di bawah arahan Hansi Flick, kemampuan bangkit dari ketertinggalan bahkan semakin terasah.
Namun, tantangan kali ini terbilang paling berat. Bukan hanya karena besarnya panggung Liga Champions, tetapi juga karena tekanan bermain di Metropolitano.
Pada leg pertama di Spotify Camp Nou, Barcelona sejatinya tampil dominan sejak awal hingga akhir laga. Namun, dominasi tersebut tak mampu dikonversi menjadi gol. Situasi kian memburuk setelah Pau Cubarsí diganjar kartu merah menjelang turun minum.
Sebaliknya, Atletico Madrid tampil efektif. Tim besutan Diego Simeone menunjukkan disiplin tinggi dalam bertahan, lalu memaksimalkan peluang yang ada. Dua gol kemenangan lahir dari tendangan bebas Julian Alvarez serta serangan balik cepat yang diselesaikan Alexander Sørloth.
Rekor dan Tantangan
Secara statistik, peluang Barcelona memang tidak terlalu berpihak. Dari 12 kesempatan sebelumnya saat kalah di leg pertama Liga Champions, mereka hanya lima kali mampu lolos. Lebih sulit lagi, Barcelona belum pernah membalikkan keadaan ketika leg kedua dimainkan di kandang lawan.
Menariknya, kekalahan leg pertama di kandang sendiri juga merupakan kejadian langka bagi Barcelona. Sepanjang sejarah kompetisi, hal itu baru terjadi tiga kali, yakni melawan Real Madrid (2001), Liverpool (2007), dan Paris Saint-Germain (2020). Dalam seluruh kasus tersebut, Blaugrana gagal bangkit dan akhirnya tersingkir.
Meski demikian, peluang untuk menciptakan sejarah baru tetap terbuka. Hansi Flick dan anak asuhnya kini ditantang untuk mematahkan tren buruk tersebut.
Jelang laga krusial ini, Hansi Flick menekankan pentingnya sikap, mentalitas, dan kekompakan tim. Ia menegaskan bahwa fokus utama harus tertuju pada performa sendiri.
“Kami harus fokus pada permainan kami. Jika tampil maksimal, kami akan menciptakan peluang dan mencetak gol,” ujar Flick, dilansir laman resmi klub.
Pelatih asal Jerman itu tetap optimistis timnya mampu membalikkan keadaan. “Saya percaya pada tim ini. Kami bisa melakukannya, itu mungkin. Tapi kami harus solid dalam bertahan dan berani saat menyerang. Kami juga harus lebih efektif memanfaatkan peluang,” katanya.
Flick juga menekankan pentingnya bermain sebagai satu kesatuan. Menurutnya, pertahanan bukan hanya tugas lini belakang, melainkan tanggung jawab seluruh tim untuk menjaga konektivitas dan menutup ruang.
Flick berharap keberuntungan kali ini berpihak pada timnya. Ia menyinggung bagaimana momen-momen krusial seperti kartu merah di leg pertama turut memengaruhi hasil akhir.
“Sering kali pertandingan ditentukan oleh momen. Semoga di leg kedua nanti, momen itu berpihak kepada kami,” tandasnya.