Atletico Madrid akan menjamu Barcelona pada leg kedua perempat final Liga Champions Eropa, Rabu (15/4/2026) dini hari WIB. Foto: UEFA.com
JAKARTA, (ERAKINI) –Atletico Madrid hanya butuh hasil imbang atau kalah tak lebih dari selisih 1 gol, untuk mengantongi tiket semifinal saat menjamu Barcelona pada leg kedua perempat final Liga Champions Eropa, Rabu (15/4/2026) dini hari WIB.
Unggul agregat 2-0 dari leg pertama di Camp Nou, pasukan Diego Simeone di atas kertas lebih berpeluang melaju ke kompetisi elite Eropa tersebut. Namun, sepak bola sulit ditebak. Apalagi pertemuan keduanya sering di luar . Dua pertemuan terakhir misalnya, keduanya saling mengalahkan.
Barcelona sukses menaklukkan Atletico Madrid dengan skor 2-1 di La Liga pada Minggu (5/4/2026). Namun, empat hari kemudian, giliran Atletico membungkam Bercelona 2-1 di Liga Champions.
Namun, tantangan di leg kedua dipastikan berbeda. Bermain di hadapan publik sendiri di Estadio Metropolitano, memang menjadi keuntungan besar bagi Los Rojiblancos, tetapi Barcelona datang dengan tekad bangkit. Pelatih Hansi Flick menegaskan timnya masih memiliki peluang, selama mampu tampil lebih tajam dalam memanfaatkan peluang.
Di sisi lain, sejarah justru berpihak kepada Atletico. Klub asal Madrid itu selalu menang dalam dua pertemuan sebelumnya melawan Barcelona di fase perempat final Liga Champions—masing-masing pada musim 2013/14 (agregat 2-1) dan 2015/16 (3-2). Fakta ini menjadi modal psikologis penting bagi tuan rumah.
Selain itu, produktivitas Atletico di kandang dalam kompetisi Eropa juga patut diperhitungkan. Los Colchoneros sempat mencetak lima gol ke gawang Eintracht Frankfurt dan Tottenham Hotspur, serta empat gol ke Club Brugge.
Ketajaman Julian Alvarez pun menjadi sorotan, dengan torehan 15 gol dalam 18 penampilan terakhir di Liga Champions, termasuk lima gol di fase gugur musim ini.
Laga ini pun berpotensi ditentukan oleh pendekatan taktik Simeone, apakah kembali mengandalkan pertahanan rapat dan serangan balik cepat, atau justru tampil lebih agresif sejak awal untuk mengunci kemenangan.
Simeone menegaskan timnya tidak akan lengah meski unggul agregat. Ia menekankan fokus utama adalah memastikan tiket ke babak berikutnya.
“Kami tahu lawan yang akan kami hadapi dan kami menyadari seberapa kuat mereka. Tetapi kami juga tahu apa tujuan kami, yaitu lolos ke babak berikutnya," ujar Simeone, dilansir UEFA.com.
Gelandang sekaligus kapten tim, Koke, menambahkan bahwa seluruh pemain sangat termotivasi menghadapi laga besar ini.
“Wajar jika mereka percaya bisa bangkit. Kami siap menghadapi pertandingan besar melawan tim hebat di stadion kami,” kata Koke.
Dari kubu Barcelona, Flick tetap optimistis timnya mampu membalikkan keadaan. “Itu mungkin, kenapa tidak?" katanya.
Namun, Flick saat timnya menghadapi tim yang sangat kuat. Untuk itu, Barca membutuhkan performa yang sangat bagus. "Kami harus memaksimalkan setiap peluang yang kami dapatkan karena itulah perbedaan antara kami dan mereka di pertandingan terakhir,” tukasnya.
Sementara itu, wonderkid Lamine Yamal menegaskan Barcelona belum menyerah. "Kami akan bertarung sampai akhir. Kami akan memberikan segalanya untuk lambang ini. Pertandingan ini akan berlangsung 90 menit atau lebih. Ini belum berakhir. Sangat mungkin untuk bangkit, dan itulah mengapa kami ada di sini,” tukasnya.
Rekor Pertemuan dan Statistik
Secara historis, kedua tim memiliki rivalitas panjang. Dari total 252 pertemuan di semua kompetisi, Barcelona unggul dengan 115 kemenangan dan 472 gol, sementara Atletico mencatat 81 kemenangan dengan 373 gol.
Meski demikian, dalam konteks Eropa, khususnya di fase gugur, Atletico kerap menjadi batu sandungan bagi Barcelona. Bahkan, kekalahan terakhir Barcelona dari Atletico di Liga Champions pada 2016 menjadi bagian dari catatan kurang impresif mereka saat menghadapi sesama klub La Liga di kompetisi Eropa.
Statistik juga menunjukkan Barcelona kesulitan saat bermain tandang melawan klub Spanyol di Eropa. Dari 11 laga, Blaugrana hanya meraih satu kemenangan dan menelan tujuh kekalahan.
Sebaliknya, Atletico tampil solid saat menjamu rival domestik di Eropa. Mereka tidak terkalahkan dalam sepuluh laga kandang terakhir melawan klub La Liga, dengan delapan kemenangan dan dua hasil imbang.
Bagi Atletico Madrid, ini merupakan partisipasi ke-16 di fase utama Liga Champions dan ke-13 secara beruntun sejak musim 2013/14. Mereka pernah dua kali mencapai final (2014 dan 2016), namun selalu kalah dari Real Madrid.
Sementara itu, Barcelona menjalani musim ke-30 di fase utama Liga Champions, menyamai rekor Real Madrid. Klub Catalan tersebut tampil konsisten sejak musim 2003/04 dan terus menjadi salah satu kekuatan utama Eropa, meski dalam beberapa musim terakhir belum kembali ke partai puncak.