Carlos Tevez sedang mempersiapkan satu malam terakhir yang istimewa bersama Boca Juniors. Foto: Bein Sports
JAKARTA, (ERAKINI) -Carlos Tevez sedang mempersiapkan satu malam terakhir yang istimewa bersama Boca Juniors. Bukan pertandingan untuk mengejar poin atau gelar, melainkan sebuah laga perpisahan yang diharapkan menjadi penutup sempurna bagi perjalanan panjangnya sebagai pesepak bola.
La Bombonera, stadion yang menjadi rumah bagi Boca Juniors sekaligus salah satu panggung paling ikonik dalam sepak bola Argentina, diproyeksikan menjadi tempat Tevez mengucapkan salam perpisahan kepada para penggemar.
Menurut laporan media Argentina dilansir Bein Sports, Selasa (8/9/2026), Tevez secara pribadi telah menghubungi Juan Román Riquelme, presiden Boca Juniors sekaligus mantan rekan setimnya, untuk menyampaikan permintaan khusus. Ia ingin menggunakan La Bombonera sebagai lokasi acara penghormatan sekaligus pertandingan perpisahannya.
Jawaban Riquelme disebut sederhana, tetapi sarat makna: "La Bombonera adalah rumahmu."
Perpisahan yang Tertunda
Tevez memainkan pertandingan profesional terakhirnya pada Mei 2021 bersama Boca Juniors. Setahun kemudian, ia secara resmi mengumumkan pensiun.
Namun, perjalanan kariernya berakhir tanpa sebuah momen perpisahan yang benar-benar ia inginkan. Tevez tidak sempat menutup kariernya di tengah lapangan La Bombonera, di hadapan ribuan suporter yang telah menjadi bagian penting dari perjalanan hidupnya.
Kini, kesempatan itu tengah dipersiapkan. Tevez, yang dikenal dengan julukan "El Apache", memiliki ikatan emosional yang sangat kuat dengan Boca. Ia merupakan produk akademi klub dan menjalani debut profesional pada 2001.
Dalam dua periode membela Boca, Tevez mencatat 279 penampilan dan mencetak 94 gol, sekaligus mempersembahkan 11 gelar.
Lebih dari sekadar statistik, perjalanan Tevez bersama Boca merepresentasikan kisah seorang anak dari Fuerte Apache, kawasan sederhana di Buenos Aires, yang kemudian menjelma menjadi salah satu pemain paling terkenal di dunia.
Ia meninggalkan Argentina, menaklukkan sepak bola Amerika Selatan bersama Boca, menjadi idola di Corinthians, memenangkan Liga Champions bersama Manchester United, kemudian menyeberang ke Manchester City dan melanjutkan karier gemilang di Juventus.
Namun, sejauh apa pun perjalanan itu membawanya, Boca tetap menjadi titik penting dalam hidupnya.
Acara penghormatan untuk Tevez direncanakan berlangsung pada Desember 2026. Tanggal 19 Desember disebut sebagai salah satu opsi sementara, meski kepastian waktunya masih bergantung pada kalender kompetisi Boca Juniors.
Selain pertandingan penghormatan, panitia disebut tengah menyusun daftar sekitar 60 undangan. Konsepnya adalah mempertemukan teman-teman Tevez dari berbagai fase perjalanan kariernya dengan mantan rekan setim dan sejumlah bintang internasional.
Jika rencana tersebut terealisasi, La Bombonera berpotensi menghadirkan reuni yang sulit ditemukan dalam pertandingan biasa.
Tevez pernah berbagi ruang ganti dengan Lionel Messi di tim nasional Argentina. Di level klub, ia pernah bermain bersama Cristiano Ronaldo di Manchester United.
Ia juga pernah satu tim dengan Wayne Rooney, Paul Scholes, Ji-Sung Park, Andrea Pirlo, Gianluigi Buffon, Ángel Di María, hingga Riquelme.
Belum ada nama yang dikonfirmasi secara resmi. Namun, kemungkinan Messi dan Cristiano Ronaldo tampil dalam satu lapangan di La Bombonera untuk menghormati Tevez sudah lebih dulu memunculkan antusiasme.
Jika benar terjadi, pertemuan tersebut bukan sekadar reuni dua megabintang sepak bola. Momen itu juga menjadi simbol dari perjalanan Tevez yang pernah berada di ruang ganti bersama dua pemain yang mendominasi era sepak bola modern.
La Bombonera dan Tradisi Lerpisahan Legenda
La Bombonera bukan stadion biasa bagi Boca. Tempat ini juga memiliki sejarah panjang dalam mengabadikan perpisahan para pemain terbesar Argentina.
Pada 10 November 2001, Diego Armando Maradona menggelar pertandingan perpisahannya di stadion tersebut.
Sejumlah nama besar sepak bola dunia ikut hadir, termasuk Pelé yang menyaksikan pertandingan dari salah satu tribun VIP. Juan Román Riquelme, Carlos Valderrama, Enzo Francescoli, Hristo Stoichkov, Éric Cantona, Davor Šuker, René Higuita, dan Lothar Matthäus turut turun ke lapangan.
Malam itu berakhir dengan Maradona berdiri di tengah lapangan dalam suasana emosional. Ia kemudian mengucapkan kalimat yang terus dikenang dalam sejarah sepak bola Argentina: "Saya melakukan kesalahan dan saya telah menanggung akibatnya, tetapi bola itu tidak ternoda."
Lebih dari dua dekade kemudian, giliran Riquelme mendapatkan penghormatan serupa.
Pada 25 Juni 2023, Riquelme memainkan pertandingan perpisahannya di hadapan La Bombonera yang penuh. Ia kembali mengenakan nomor 10, nomor yang begitu identik dengan dirinya di Boca.
Lionel Messi hadir sebagai tamu kehormatan. Ángel Di María, Leandro Paredes, Javier Mascherano, Pablo Aimar, Lionel Scaloni, dan Walter Samuel juga ambil bagian.
Di pinggir lapangan, sejumlah pelatih yang pernah menjadi bagian dari perjalanan Riquelme juga hadir, termasuk Carlos Bianchi, Alfio "Coco" Basile, dan José Pekerman.
Jika acara Tevez berlangsung sesuai rencana, ia akan menjadi legenda nomor 10 berikutnya yang mendapatkan panggung perpisahan besar di La Bombonera.
Dari Fuerte Apache ke Panggung Dunia
Kisah Tevez memiliki alur yang nyaris seperti film.
Ia tumbuh di Fuerte Apache, salah satu kawasan padat di Buenos Aires. Dari lingkungan tersebut, ia menembus akademi Boca dan mendapatkan debut profesional pada 2001.
Bersama Boca, ia memenangkan sejumlah gelar dan membangun status sebagai idola. Perjalanan kemudian membawanya ke Corinthians di Brasil, sebelum akhirnya menyeberang ke Eropa.
Di Manchester United, Tevez memenangkan Liga Champions. Setelah itu, ia bergabung dengan Manchester City dan menjadi salah satu figur penting dalam rivalitas dua klub Manchester.
Kariernya berlanjut ke Juventus, tempat ia kembali menunjukkan performa terbaiknya di Eropa.
Ia juga menjadi bagian penting dari tim nasional Argentina, termasuk berbagi lapangan dengan Messi.
Namun, ada satu benang merah yang tidak pernah terputus: Boca Juniors. Itulah sebabnya pertandingan perpisahan di La Bombonera memiliki arti berbeda bagi Tevez. Ini bukan sekadar laga eksibisi untuk mengenang karier seorang pemain.
Ini adalah kesempatan bagi seorang anak Fuerte Apache untuk kembali ke tempat yang pertama kali mengubah hidupnya.