Barcelona dan Real Madrid akan berhadapan di final Piala Super Spanyol 2026 yang digelar di King Abdullah Sports City, Jeddah, Arab Saudi, Senin (12/1) dini hari WIB. Foto: Barca
JAKARTA, (ERAKINI) – Barcelona dan Real Madrid akan berhadapan di final Piala Super Spanyol 2026 yang digelar di King Abdullah Sports City, Jeddah, Arab Saudi, Senin (12/1) dini hari WIB. Laga ini menjadi pertemuan kedua kedua tim musim ini sekaligus El Clasico keempat beruntun di ajang Piala Super Spanyol.
Final ini diprediksi berlangsung sengit, mengingat tiga pertemuan El Clasico terakhir di Piala Super Spanyol telah menghasilkan total 16 gol dan selalu menyedot puluhan ribu penonton.
Barcelona datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah mencatatkan sembilan kemenangan beruntun di semua kompetisi. Tim asuhan Hansi Flick melaju ke final usai membantai Athletic Club 5-0 di semifinal, kemenangan terbesar sepanjang sejarah Piala Super Spanyol.
Sementara itu, Real Madrid memastikan tiket final setelah menyingkirkan rival sekota Atletico Madrid dalam laga ketat. Los Blancos tampil dengan waktu pemulihan lebih singkat dan masih dibayangi kondisi sejumlah pemain yang mengalami benturan pada semifinal.
Untuk tahun keempat secara beruntun, Piala Super Spanyol kembali menghadirkan El Clasico. Barcelona berambisi menambah koleksi trofi yang sudah menjadi rekor, yakni 15 gelar di ajang ini, sekaligus mengakhiri dua “kutukan” yang membayangi.
Sudah 15 tahun tidak ada tim yang mampu mempertahankan gelar Piala Super Spanyol, dan sudah delapan tahun sejak juara LaLiga terakhir kali berhasil menjuarai Piala Super pada musim berikutnya.
Meski menyapu bersih empat kemenangan atas Real Madrid pada musim 2024/25, Barcelona tetap membutuhkan penampilan yang jauh lebih baik dibanding pertemuan pertama musim ini. Saat itu, Los Blancos menang 2-1 di Santiago Bernabeu dan tampil lebih superior sepanjang laga. Sulit diakui, namun Real Madrid memang menjadi tim yang lebih baik pada hari tersebut.
Performa Berbanding Terbalik
Namun, banyak hal telah berubah sejak laga itu. Kemenangan tersebut sempat mengantar Real Madrid memimpin jauh di klasemen LaLiga, tetapi performa Los Blancos kemudian menurun. Madrid hanya mampu bermain imbang melawan Rayo Vallecano, Elche, dan Girona, sebelum takluk 0-2 di kandang dari Celta Vigo.
Sebaliknya, Barcelona tampil luar biasa dengan mencatatkan sembilan kemenangan beruntun, seluruhnya diraih dengan selisih minimal dua gol. Kini, Barcelona justru menjadi tim yang unggul. Momen ini pun terasa ideal untuk dimaksimalkan dengan meraih trofi pertama—yang diharapkan bukan yang terakhir—pada musim 2025/26.
Edisi kali ini merupakan Piala Super Spanyol ketujuh sejak format empat tim diberlakukan pada 2020. Seluruh edisi digelar di Arab Saudi, kecuali tahun 2021 yang terdampak pandemi. Tiga edisi terakhir juga mempertemukan Barcelona dan Real Madrid, dengan Barcelona keluar sebagai juara pada 2024 dan 2026, sementara Madrid menang di edisi di antaranya.
Tiga pertemuan tersebut menghasilkan total 16 gol. Jika mengacu pada drama laga-laga sebelumnya, sekitar 62.000 penonton di King Abdullah Sports City—yang dijuluki “permata yang bersinar”—dipastikan akan disuguhi tontonan spektakuler.
Kabar Tim Barcelona masih belum diperkuat Gavi, Marc-Andre ter Stegen, dan Andreas Christensen. Meski demikian, pelatih Hansi Flick masih menyimpan pemain-pemain seperti Robert Lewandowski, Dani Olmo, Marcus Rashford, dan Lamine Yamal di bangku cadangan pada semifinal.
Pemain terbaik LaLiga bulan Desember sempat mengalami masalah kecil, namun tetap tampil di babak kedua melawan Athletic, sehingga tak ada alasan ia tak bisa menjadi starter di final.
“Ini adalah El Clasico dan saya ingin melihat hal yang sama seperti saat melawan Athletic Club,” ujar Hansi Flick dalam konferensi pers jelang laga dikutip dari situs resmi klub. “Kami bermain sebagai sebuah tim, kompak dan bersatu. Itulah yang ingin saya lihat. Saya ingin para pemain menunjukkan yang terbaik di lapangan. Bagi saya, itu yang paling penting,” lanjutnya
Di kubu lawan, sorotan tertuju pada Kylian Mbappe yang telah pulih dari cedera lutut yang sempat membuatnya absen melawan Atletico dan berpeluang tampil sejak awal di final. Pelatih Real Madrid, Xavi Alonso, dipastikan kembali memasukkan Kylian Mbappe ke dalam skuad.
Dean Huijsen juga telah kembali bugar, meski tak dimainkan di semifinal. Ia kemungkinan dibutuhkan setelah tiga pemain Madrid—Rodrygo, Antonio Rudiger, dan Raul Asencio—mengalami benturan dan kondisinya masih diragukan.
Xavi Alonso menghadapi banyak pertimbangan dalam menyusun tim. Selain cedera Trent Alexander-Arnold dan Eder Militao, Madrid juga harus kehilangan Brahim Diaz yang tengah membela Maroko di ajang Piala Afrika.
"Ini adalah final dan kami harus tahu bagaimana cara menjalaninya untuk bisa menang. Ini 90 menit, segalanya bisa terjadi dan kami mempersiapkan diri untuk memenangkan pertandingan. Kami percaya dan yakin bisa melakukannya. Laga ini akan memiliki berbagai momen. Kami harus yakin dengan apa yang kami lakukan, dengan energi dan organisasi yang dibutuhkan," kata Xabi Alonso di laman resmi Real Madrid.
"Kami mengenal Barcelona dengan sangat baik dan mereka juga mengenal kami. Pada tahap ini tidak ada rahasia. Kami harus bermain lengkap, baik saat menguasai bola maupun ketika bertahan, entah dengan garis pertahanan tinggi atau rendah," tukasnya.