Babak baru rivalitas panjang Atletico Madrid dan Barcelona akan tersaji di Stadion Riyadh Air Metropolitano, pada di leg pertama semifinal Copa del Rey, Jumat (13/2/2026) dini hari WIB. Foto: Ilustrasi/Dok Barcelona
Duel ini sarat sejarah dan penuh gengsi. Musim lalu, pertemuan kedua tim menyuguhkan drama luar biasa. Leg pertama di Montjuic berakhir imbang 4-4 dalam laga yang penuh kejutan. Di leg kedua, Barcelona tampil lebih tenang dan memastikan tiket final lewat kemenangan tipis 1-0 di Metropolitano. Kini, cerita baru siap ditulis.
Sejak pertama kali bertemu di Copa del Rey musim 1924/25, Barcelona dan Atletico telah berhadapan dalam 25 duel fase gugur. Barça unggul dengan 15 kali lolos, sementara Atletico 10 kali.
Salah satu duel paling ikonik terjadi pada 1997. Setelah leg pertama berakhir 2-2 di Madrid, leg kedua di Camp Nou berubah menjadi laga penuh kegilaan. Atletico sempat unggul 3-0 dalam 31 menit pertama. Barcelona membalas hingga 3-2, tetapi Pantić kembali mencetak gol untuk membawa tim tamu memimpin 4-2.
Namun, Barça tak menyerah. Tiga gol tambahan lahir, termasuk gol legendaris Pizzi, yang membawa tim asuhan Bobby Robson melaju ke semifinal dalam salah satu comeback paling dramatis sepanjang sejarah kompetisi.
Secara keseluruhan, Barcelona masih menjadi penguasa Copa del Rey dengan 32 gelar, unggul atas Athletic Club (24), Real Madrid (20), dan Atlético Madrid (10).
Keunggulan di Era Modern
Dalam beberapa tahun terakhir, Barcelona lebih dominan dalam duel Copa kontra Atletico. Blaugrana selalu lolos dalam empat pertemuan terakhir (2009, 2015, 2017, dan 2025), dan setiap kali melaju akhirnya mengangkat trofi.
Musim lalu menjadi bukti betapa panasnya rivalitas kedua tim ini. Atletico sempat unggul 2-0 hanya dalam enam menit pada leg pertama. Barça membalas dengan empat gol, sebelum Atletico menyamakan skor menjadi 4-4 di menit-menit akhir. Sebuah laga yang benar-benar liar.
Leg kedua berlangsung lebih taktis. Gol tunggal Ferran Torres memastikan kemenangan 1-0 dan tiket final untuk tim asuhan Hansi Flick.
Perjalanan Kedua Tim
Atletico datang ke laga ini dengan modal kurang ideal usai kalah tipis dari Real Betis di La Liga. Namun di Copa del Rey, Los Colchoneros tampil tajam. Setelah menyingkirkan Atletico Baleares (3-2) dan Deportivo La Coruna (1-0), pasukan Diego Simeone menghajar Real Betis 5-0 di perempat final.
Gol dicetak Hancko, Giuliano, Lookman, Griezmann, dan Almada. Laga itu juga menjadi debut bagi rekrutan musim dingin: Ademola Lookman, Rodrigo Mendoza, dan Obed Vargas.
Sementara itu, Barcelona baru saja meraih kemenangan meyakinkan 3-0 atas RCD Mallorca di La Liga. Di Copa, Barca menyingkirkan Guadalajara (2-0), Racing Club (2-1), dan Albacete (2-1).
Dalam pertemuan terakhir di La Liga pada Desember lalu, Barcelona menang 3-1. Gol Atletico dicetak Álex Baena, sementara Raphinha, Dani Olmo, dan Ferran Torres mencetak gol untuk Blaugrana.
Pelatih Barcelona, Hansi Flick, menyadari tantangan berat yang menanti timnya di Metropolitano. “Kami menghadapi tim yang fantastis,” ujar Flick dalam konferensi pers, dikutip dari laman resmi klun. “Saya menonton pertandingan mereka melawan Betis dan sangat terkesan. Simeone melakukan pekerjaan luar biasa. Ini akan menjadi laga yang sulit,” lanjutnya.
Barcelona datang dengan sejumlah masalah cedera. Marcus Rashford belum siap tampil setelah mengalami benturan saat melawan Mallorca. Selain itu, Raphinha, Gavi, Pedri, dan Christensen juga belum tersedia.
“Kami memang punya beberapa kendala. Rashford belum siap. Itu bukan kabar baik, tetapi saya percaya penuh pada tim ini,” kata Flick.
Semifinal ini menjadi yang kesembilan bagi kedua tim di Copa del Rey. Dengan sejarah panjang, tensi tinggi, dan tiket final di depan mata, semifinal ini dipastikan kembali menjanjikan duel panas antara dua kekuatan besar Spanyol.