JAKARTA, (ERAKINI) – Real Madrid harus angkat kaki dari Copa del Rey 2025/2026 usai takluk secara dramatis dari tim papan bawah Divisi 2 Spanyol, Albacete, pada babak 16 besar, Kamis (15/1/2026) dini hari WIB. Los Blancos kalah 2-3 di Stadion Carlos Belmonte usai kebobolan gol penentuan pada menit ke-94.
Dalam pertandingan yang sempat diwarnai kabut tebal di awal laga, Real Madrid dan Albacete kesulitan mengembangkan permainan. Minim peluang tercipta pada menit-menit awal, dengan ancaman Madrid hanya datang melalui dua tembakan jarak jauh Federico Valverde.
Kebuntuan baru terpecah menjelang turun minum. Albacete mencetak gol lebih dulu melalui sundulan Javi Villar yang memanfaatkan sepak pojok pada menit ke-43. Tuan rumah unggul 1-0.
Real Madrid merespons cepat pada masa tambahan waktu babak pertama. Berawal dari sepak pojok Arda Guler, Dean Huijsen menyundul bola yang kemudian ditepis kiper Raul Lizoain. Franco Mastantuono memanfaatkan bola rebound tersebut untuk menyamakan kedudukan. Skor 1-1 bertahan hingga jeda.
Memasuki babak kedua, dominasi pasukan Alvaro Arbeloa semakin terlihat. Madrid hampir berbalik unggul melalui situasi bola mati pada menit ke-68, namun sundulan Gonzalo Garcia hasil umpan tendangan bebas Arda Guler masih melenceng tipis dari sasaran.
Real Madrid terus menekan, sekaligus memberi kesempatan debut bagi Palacios dan Manuel Angel. Namun justru Albacete yang kembali mencetak gol pada menit ke-82. Jefte sukses memanfaatkan kelengahan lini belakang Madrid untuk membawa tuan rumah unggul 2-1.
Madrid tak menyerah dan kembali menyamakan skor pada masa injury time babak kedua. Lewat rangkaian sepak pojok, Arda Guler kembali menjadi kreator sebelum Gonzalo Garcia mencetak gol melalui sundulan indah.
Saat laga tampak akan berlanjut ke perpanjangan waktu, Albacete kembali menghantam. Jefte mencetak gol keduanya pada detik-detik terakhir pertandingan, memastikan kemenangan 3-2 sekaligus meloloskan Albacete ke babak berikutnya.
Kekalahan ini memastikan Real Madrid tersingkir di babak 16 besar Copa del Rey musim 2025/2026 dan menjadi hasil pahit bagi Alvaro Arbeloa dalam debutnya sebagai pelatih kepala Los Blancos.